Otomotif / Motor
Kamis, 09 April 2026 | 10:10 WIB
QJMotor Indonesia. [Dok. QJMotor Industry Indonesia]
Baca 10 detik
  • Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke QJMotor Manufacture Indonesia untuk meninjau investasi dan pengembangan industri otomotif.
  • Ketua Komisi VII menekankan pentingnya penerapan TKDN guna memperkuat kemandirian serta nilai tambah industri manufaktur otomotif nasional.
  • QJMotor berkomitmen meningkatkan TKDN, menyerap tenaga kerja lokal, dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi strategis di Asia Tenggara.

Suara.com - QJMotor Manufacture Indonesia sebagai produsen resmi QJMOTOR di tanah air menerima kunjungan kerja dari Komisi VII DPR RI. Agenda ini menjadi langkah strategis untuk meninjau kesiapan investasi serta arah pengembangan industri otomotif nasional yang berdaya saing global. 

Pertemuan tersebut sekaligus membahas berbagai isu krusial mulai dari peningkatan nilai investasi hingga penguatan rantai pasok dalam negeri.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Pertaunan Dulay menekankan pentingnya penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. Hal ini dianggap sebagai fondasi utama dalam membangun industri otomotif yang mandiri dan berkelanjutan di Indonesia.

“Kami mendorong agar setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap,” ujar Saleh, Kamis (9/4/2026).

Manajemen QJMotor Indonesia merespons positif arahan tersebut dengan menyiapkan roadmap peningkatan TKDN secara bertahap. 

Langkah ini dilakukan seiring penguatan kapasitas produksi dan pengembangan mitra lokal. Perusahaan juga menonjolkan kekuatan teknologi manufaktur modern dengan standar pengendalian kualitas kelas dunia yang didukung transfer teknologi dari jaringan global mereka.

QJMotor Manufacture saat Menerima Kunjungan Komisi VII DPR RI. (Foto: QJMotor)

Fokus perusahaan tidak hanya pada mesin namun juga pada pengembangan sumber daya manusia. 

Factory Division Head QJMOTOR Manufacture Indonesia, Bintang menjelaskan bahwa fokus mereka mencakup penyerapan tenaga kerja lokal dan transfer pengetahuan antara pusat QJMOTOR di China dengan talenta dalam negeri.

Di sisi lain, dukungan penuh juga datang dari Kementerian Perindustrian yang berkomitmen mengawal pertumbuhan industri otomotif. 

Baca Juga: Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur

Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Setia Diarta memberikan pernyataan mengenai peran pemerintah dalam pertumbuhan ini.

“Kemenperin selaku salah satu regulator Perindustrian Indonesia akan selalu mengawal pertumbuhan dan perkembangan pihak industri di Indonesia agar nantinya tumbuh sesuai dengan harapan Pemerintah Indonesia, termasuk penerapan TKDN dan SNI,” ungkap Setia Diarta.

Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri QJMotor Indonesia optimis mampu menjadi basis strategis pengembangan motor di kawasan Asia Tenggara sekaligus menggerakkan ekonomi nasional.

Load More