- Studi iSeeCars mengungkapkan mobil listrik mengalami depresiasi nilai sebesar 57,2 persen dalam lima tahun pertama kepemilikan.
- Mobil listrik mendominasi daftar kendaraan dengan depresiasi tercepat dibandingkan mobil bensin konvensional maupun tipe kendaraan hibrida.
- Inovasi teknologi yang pesat dan skeptisisme pasar terhadap baterai menjadi faktor utama penurunan harga jual kembali tersebut.
Suara.com - Penyusutan harga jual kembali menjadi hal yang sering diabaikan oleh para pembeli kendaraan. Banyak orang hanya mengeluhkan biaya cicilan, asuransi, hingga pengeluaran bensin tanpa menyadari bahwa depresiasi adalah bagian paling mahal dalam kepemilikan sebuah mobil. Dampak ini terasa jauh lebih berat bagi para pemilik mobil listrik (EV).
Berasarkan data dari iSeeCars, studi mengenai depresiasi kendaraan menemukan bahwa rata-rata mobil listrik kehilangan nilai sebesar 57,2 persen selama lima tahun pertama kepemilikan. Angka ini jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan rata-rata keseluruhan kendaraan yang berada di angka 41,8 persen atau mobil hibrida yang hanya menyusut 35,4 persen.
Bahkan dalam daftar sepuluh model dengan depresiasi tercepat, mobil listrik mendominasi setengah dari daftar tersebut. Menariknya, mobil hybrid kini menjadi model kendaraan ramah lingkungan yang paling menguntungkan.
Nilai jual kembalinya saat ini justru lebih baik daripada mobil bensin konvensional maupun mobil listrik murni. Situasi ini sangat berbeda jika dibandingkan tujuh tahun lalu. Pada tahun 2019, depresiasi mobil hybrid sempat mencapai 56,7 persen yang hampir serupa dengan kondisi mobil listrik saat ini.
Fenomena ini dianggap sebagai tren alami bagi setiap teknologi baru. Saat teknologi masih dianggap asing dan belum teruji, nilai jual kembalinya cenderung anjlok karena skeptisisme pasar. Namun seiring konsumen semakin terbiasa dan teknologi semakin matang, nilai tersebut akan mulai stabil. Masalah utama bagi pengadopsi awal adalah laju inovasi yang sangat cepat sehingga model lama akan segera terasa ketinggalan zaman dalam waktu singkat.
Sebagai contoh, Nissan Leaf mengalami penyusutan nilai hingga 63,1 persen dalam lima tahun. Model tahun 2021 dianggap sudah usang karena jarak tempuh yang terbatas dan teknologi pengisian daya yang tidak lagi kompatibel dengan infrastruktur modern. Selain itu, pemotongan harga unit baru serta insentif pajak turut menekan harga pasar mobil bekas ke titik terendah.
Meski demikian, penurunan harga ini bukan berarti konsumen menolak mobil listrik secara permanen. Skeptisisme jangka pendek mengenai daya tahan baterai menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga saat ini. Dalam jangka panjang, nilai kendaraan listrik diprediksi akan stabil karena biaya perawatan yang lebih murah dan daya tahan komponen yang lebih baik. Bagi konsumen yang cerdas, situasi ini merupakan peluang besar untuk mendapatkan mobil listrik berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Harga Terlalu Murah Jadi Senjata Makan Tuan Bisnis Mobil Listrik Xiaomi
-
Punya Fitur Torque Splitter ala Mobil Balap, Sehebat Apa Handling Audi S3 Verve Edition?
-
Mitsubishi Destinator Bawa Standar Baru SUV Tujuh Penumpang dengan Kabin Praktis
-
Jarak Tempuh Mobil Listrik Bisa Berkurang Drastis Akibat AC Saat Cuaca Panas
-
Tak Cuma Ganti Baju, BYD Atto 3 Generasi Baru Kini Pakai RWD! Tenaga Tembus 240 kW
-
Desain Mirip Vario 160 Tapi Lebih Canggih, Skuter Matic Ini Cukup Menggoda dan Layak Dibeli
-
5 Daftar Motor 'Haus Bensin' Ini Sering Bikin Pemiliknya Nyesel Meski Harganya Menggoda
-
Mengenal Teknologi ADAS Chery Q Sebagai Solusi Berkendara Aman di Perkotaan
-
Mitsubishi Pajero Sport Dapat Cashback Rp 10 Juta saat Harga Solar Melambung
-
Honda Super Cub Edisi Hello Kitty, Bedah Perbedaan dari Versi Standar yang Bisa Jadi Inspirasi Modif