Otomotif / Mobil
Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB
Ilustras fitur kamera pada mobil (Shutterstock).
Baca 10 detik
  • CEO Ford Jim Farley memperingatkan ancaman besar produsen mobil China terhadap stabilitas ekonomi dan manufaktur Amerika Serikat.
  • Kehadiran pabrikan China di Meksiko dan Kanada memicu kekhawatiran persaingan tidak sehat akibat dukungan subsidi pemerintah mereka.
  • Farley mewaspadai potensi spionase melalui teknologi kamera canggih pada kendaraan listrik yang mengancam privasi dan keamanan data nasional.

Suara.com - Industri otomotif Amerika Serikat tengah diguncang kecemasan hebat. CEO Ford Jim Farley secara terbuka menyuarakan peringatan keras mengenai ancaman nyata dari produsen mobil China yang dinilai semakin nyata.

Farley menegaskan bahwa kehadiran mobil China bukan hanya sekadar kompetisi biasa namun ancaman bagi stabilitas nasional.

"Kita seharusnya tidak membiarkan mereka masuk ke negara kita," kata Farley saat memberikan pernyataan tegas mengenai potensi dampak negatif yang bisa merusak sektor manufaktur, dikutip Rabu (15/4/2026).

Menurutnya jika perusahaan seperti BYD atau Xiaomi dibiarkan bersaing bebas maka hal itu akan menghancurkan negara dengan dampak ekonominya yang masif.

Kekhawatiran ini muncul seiring semakin dekatnya basis produksi mobil China ke wilayah Amerika Serikat seperti di Meksiko dan Kanada. Farley berpendapat bahwa persaingan ini tidak sehat karena dukungan subsidi pemerintah China yang sangat besar kepada para produsen mereka.

"Ini sama sekali bukan pertarungan yang adil.  Ketidakseimbangan biaya produksi dapat menggerus merek lokal Amerika dalam waktu singkat," tegas Farley.

Selain faktor ekonomi aspek keamanan data dan privasi juga menjadi sorotan utama bagi bos raksasa otomotif tersebut. Kendaraan listrik modern saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi canggih yang sangat sensitif.

"Semua kendaraan ini memiliki 10 kamera. Mereka dapat mengumpulkan banyak data yang bisa berakhir pada pihak yang tidak diinginkan," ungkap Farley mencurigai adanya praktek spionase dari pemerintah China.

Menutup pernyataannya, Farley kembali menegaskan harapannya agar regulator Amerika Serikat tetap menutup pintu bagi ekspansi mobil China ke Amerika Serikat demi melindungi industri dalam negeri.

Baca Juga: Penjualan Jaecoo Salip BYD di Maret 2026, SUV J5 EV Jadi Bintang Utama

"Saya sangat berharap kita tidak mengizinkan mereka melewati perbatasan," pungkasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa perang dagang di sektor otomotif masih jauh dari kata usai.

Load More