- KPK mengawasi pengadaan 25.644 motor listrik BGN karena dinilai sangat rawan praktik korupsi.
- BGN mengklaim motor listrik difokuskan untuk distribusi wilayah dengan akses transportasi yang sulit.
- Vendor PT Yasa Artha Trimanunggal disorot karena diduga minim jaringan dealer penyalur roda dua.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini resmi menaruh radar pengawasan ketat terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pengadaan puluhan ribu unit motor listrik. Kendaraan tanpa emisi ini rencananya akan ditugaskan sebagai ujung tombak mobilitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah.
Menariknya, dari kacamata otomotif, pengadaan 25.644 unit roda dua ini menyisakan sejumlah tanda tanya besar, terutama terkait kesesuaian spesifikasi kendaraan dengan tantangan geografis di lapangan.
Kabar yang beredar kuat menyebutkan bahwa objek pengadaan ini jatuh pada dua model, yakni Emmo-JVX GT dan Emmo-JVH MAX.
Jika merujuk pada klaim Kepala BGN, Dadan Hindayana, pada 8 April 2026 lalu, motor setrum ini diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan akses transportasi sulit guna memastikan kelancaran logistik makanan.
Pertanyaannya, apakah spesifikasi motor listrik bergaya urban tersebut benar-benar sanggup disiksa di jalanan pelosok yang belum diaspal?
Hal inilah yang rupanya menjadi salah satu titik berat pengawasan KPK. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Selasa, menegaskan bahwa lembaga antirasuah mengawal proses ini sejak tahap embrio.
"Mulai dari proses awal, perencanaannya itu apakah sudah dilakukan analisis kebutuhannya sehingga nanti berujung kepada spesifikasi kendaraan-kendaraan yang dibutuhkan?" ujarnya dilansir dari Antaranews.
"Kemudian terkait dengan kebutuhan, apakah kebutuhan itu merata? Artinya, kendaraan dengan spek demikian itu rata dibutuhkan di semua lokasi atau seperti apa?"
Tantangan otomotif di daerah terpencil bukan cuma soal tenaga motor, tapi juga ketersediaan suku cadang dan layanan purnajual.
Baca Juga: Daripada Beli Emmo untuk MBG, Spesifikasi Royal Enfield Listrik Ini Jauh Lebih Menggoda
Nahasnya, muncul isu bahwa PT Yasa Artha Trimanunggal selaku pemenang tender dinilai belum memiliki jaringan dealer atau penyalur yang memadai.
Bisa dibayangkan jika motor-motor ini mengalami masalah controller atau baterai drop di tengah pegunungan, proses distribusinya justru akan lumpuh total.
Terkait manuver pemilihan vendor yang berisiko ini, Budi mengingatkan bahwa setiap keputusan lelang harus punya dasar teknis yang kuat.
"Dalam konteks pelaksanaan pengadaan barang dan jasa kan tentu itu harus dilihat, mengapa misalnya vendor A yang menang, gitu kan? Pasti ada argumentasi-argumentasi dalam proses pengadaan barang dan jasa tersebut. Nah, itu yang kemudian nantinya harus bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Secara keseluruhan, KPK memang tidak mau kecolongan dalam proyek bernilai jumbo ini.
"Tentu KPK memberikan perhatian soal itu," ujar Budi menegaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Mobil 'Kodok' Lahir Kembali, Kini Hadir dengan Mesin Elektrik plus Fitur Canggih
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Mobil Daihatsu Apa yang Laris?
-
Honda Super One Mencoba Peruntungan di Segmen Mobil Listrik
-
Menimbang Kelayakan Honda Vario Evo 160 Sebagai Partner Berkendara Harian
-
Solusi Praktis Antar Jemput Anak: 5 Motor Bekas dengan Bagasi Gede, Mulai 5 Jutaan
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Ini Daftar Mobil Terlaris Toyota
-
Bahaya Mengintai Pemilik Mobil yang Menunda Blokir STNK Setelah Kendaraan Berpindah Tangan
-
Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu, Simak Ciri-Ciri yang Wajib Diketahui
-
Cengkeraman Mobil China Semakin Kokoh di Indonesia, Penjualan Melonjak 73,6 Persen
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Seberapa Laku Mitsubishi? 7 Seater Jadi Andalan