- Nissan mengumumkan rencana pemangkasan ekstrem terhadap sebelas jajaran produk kendaraan yang kurang diminati untuk meningkatkan efisiensi operasional.
- Model seperti Altima, Rogue Plug-in Hybrid, dan Murano terancam dihentikan produksinya akibat angka penjualan yang terus merosot.
- Kebijakan ini bertujuan mengalihkan investasi ke pengembangan teknologi e-Power serta model kendaraan yang lebih menguntungkan secara profitabilitas.
Suara.com - Nissan baru saja mengumumkan keputusan yang mengejutkan di industri otomotif untuk bersiap melakukan pemangkasan jajaran produk mereka secara ekstrem.
Nissan telah mengumumkan visi jangka panjang ambisius yang disebut “Mobility Intelligence for Everyday Life.” Visi ini membawa kabar baik tentang potensi kembalinya nama besar Xterra serta perluasan teknologi e-Power. Namun di sisi lain Nissan tengah bersiap melakukan operasi pemangkasan jajaran produk secara ekstrem.
Setidaknya terdapat 11 kendaraan yang akan dihentikan produksinya dalam waktu dekat. Melansir Carscoops, langkah radikal ini bertujuan untuk menghapus model yang kurang diminati demi mengalihkan investasi ke sektor yang lebih menguntungkan. Walaupun daftar resmi belum diumumkan sepenuhnya sejumlah analis mulai memetakan mobil mana saja yang terancam punah dari lini diler.
Nissan Altima menjadi sorotan utama karena penjualannya anjlok hingga 18,1 persen pada tahun lalu. Dengan angka penjualan yang terus merosot nasib Altima diprediksi mengikuti jejak sedan legendaris lain yang mulai ditinggalkan konsumen global. Posisi Altima kemungkinan besar akan digantikan oleh Nissan Sentra terbaru yang dinilai lebih efisien dan memiliki kesan mewah untuk kelas harganya.
Kandidat lain yang berisiko disuntik mati adalah Rogue Plug-in Hybrid dan Murano. Rogue PHEV sering mendapat kritik karena dianggap kurang orisinal sementara Murano meskipun memiliki segmen harga premium hanya mencatatkan volume penjualan yang relatif kecil. Nissan juga tengah mempertimbangkan untuk merampingkan lini kendaraan jenis van serta kategori mobil mungil atau Kei car di pasar luar negeri untuk menekan biaya operasional.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa Nissan lebih memilih fokus pada kualitas profitabilitas dibandingkan mempertahankan kuantitas varian model yang tidak kompetitif. Konsumen di berbagai kota besar Indonesia dan dunia tentu harus bersiap menghadapi hilangnya beberapa nama lama dari jajaran produk resmi Nissan dalam beberapa tahun mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Khutbah di Bawah Lembah: Melawan Tanpa Kebencian, Bertahan Demi Martabat
-
Bisnis Agen Logistik Kian Dilirik Anak Muda, Modal Mulai Rp10 Juta
-
Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!
-
Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard
-
Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani
-
Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat
-
Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini
-
Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100