- Desain agresif mirip Yamaha Aerox namun memiliki kepraktisan tinggi berkat model dek rata.
- Dibekali mesin 125cc VVA, bagasi luas 28 liter, dan posisi tangki bensin di depan.
- Harganya tembus Rp42 jutaan di Jepang dengan target penjualan 4.000 unit per tahun.
Suara.com - Yamaha Jepang resmi meluncurkan skutik terbarunya yang desainnya banyak dibilang mirip dengan Yamaha Aerox di Indonesia.
Motor bernama Cygnus X 125 versi 2026 ini hadir menjawab kebutuhan konsumen akan skutik sporty namun berdek rata.
Dilansir dari Yamaha Jepang, kehadirannya secara resmi menggantikan seri Cygnus Gryphus lama yang masih menggunakan lampu LED standar.
Kini, wajah barunya tampil jauh lebih garang berkat sorotan lampu depan berteknologi Projie LED.
Uniknya, skutik kompak ini sebenarnya merupakan produk impor asli dari pabrikan Yamaha Taiwan.
Jika di negara asalnya bernama Cygnus XR155, pasar Jepang justru memangkas huruf R dan mengecilkan kubikasi mesinnya.
Kepraktisan Dek Rata dan Bagasi Super Luas
Perbedaan paling mencolok dengan Aerox tentu ada pada area pijakan kaki pengendara. Cygnus X menawarkan dek rata yang jauh lebih fungsional untuk mengangkut barang harian.
Meski bodinya mungil, ruang penyimpanan di bawah jok sangat mengejutkan karena berkapasitas 28 liter. Ruang bagasi ini sanggup menelan helm model full face tanpa kendala sama sekali.
Baca Juga: Suzuki Ekspansi Dealer Motor Baru di Lima Kota Besar Indonesia
Rahasia kelegaan bagasi ini terletak pada perpindahan posisi lubang tangki bensin. Komponen tersebut diletakkan di bagian depan, mirip dengan skutik FreeGo kesayangan masyarakat Indonesia.
Mesin Kecil Bertabur Fitur Modern
Tidak seperti versi Taiwan yang memakai mesin besar mirip Nmax, Jepang memilih spesifikasi yang lebih efisien. Dapur pacunya mengandalkan mesin 124cc bersilinder tunggal dengan 4 klep berteknologi VVA.
Racikan mesin ini sanggup memuntahkan tenaga puncak di angka 12 PS pada putaran 8.000 rpm. Sementara untuk torsi maksimalnya tercatat sebesar 11 Nm pada putaran 6.000 rpm.
Urusan tata kendali, motor ini sudah dijejali panel instrumen full digital LCD yang berwarna-warni. Pengendara juga tidak perlu cemas kehabisan baterai karena tersedia soket pengisian daya USB.
Sayangnya, fitur modern tersebut belum benar-benar sempurna untuk ukuran motor keluaran terbaru. Panel meternya diketahui belum mendukung fitur konektivitas ke layar ponsel pintar pengendara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Ratusan Perempuan Berkebaya Meriahkan Jalanan Bandung Bersama Repsol Lubricants
-
Solusi BBM Langka, Pemerintah Siapkan Bensin Etanol E85 untuk Kendaraan Flex-Fuel
-
Cara Mudah Daftar MyPertamina di Tengah Naiknya Harga BBM Lengkap dengan Syaratnya
-
Polemik Pajak Kendaraan Listrik vs Jalan Tol: Kantong Kiri Gratis, Kantong Kanan Dikuras
-
Cara Mudah Punya Motor Listrik Yadea OSTA Lewat Toko Digital
-
Mayoritas Kecelakaan di Indonesia Terjadi di Kecepatan Rendah, Kok Bisa? Simak Statistiknya
-
Transformasi Bisnis Cargloss Group dari Cat Otomotif Sampai Manufaktur Helm
-
5 Fakta Keras Mendagri Paksa Gubernur se-Indonesia Hapus Pajak Kendaraan Listrik, Apa Saja?
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik Mungil Paling Irit dan Ringan Pajak di 2026
-
Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar