Otomotif / Mobil
Selasa, 28 April 2026 | 10:11 WIB
taksi Green SM (dok. Green SM)
Baca 10 detik
  • Tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 mengakibatkan tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
  • Kecelakaan dipicu mobil listrik Green SM yang mogok di perlintasan sebidang sehingga menyebabkan kereta berhenti mendadak dan tertabrak.
  • Perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut menyatakan kooperatif dengan pihak berwenang dalam investigasi terkait keselamatan operasional armada mereka.

Green SM hadir dengan misi mulia: menggantikan taksi konvensional yang boros bahan bakar dengan solusi berkelanjutan.

Namun, insiden di Bekasi bukan yang pertama. Sebelumnya, armada Green SM sempat terlibat sejumlah kecelakaan lalu lintas dan perlintasan kereta api di Jakarta. Perusahaan pun merespons cepat tragedi Bekasi.

Melalui akun Instagram resmi @id.greensm, Green SM menyatakan “menaruh perhatian penuh” pada insiden yang melibatkan satu kendaraannya.

Mereka mengklaim telah berkoordinasi dengan pihak berwenang, kooperatif dalam investigasi, serta menegaskan keselamatan sebagai prioritas utama melalui pengawasan operasional dan peningkatan layanan berkelanjutan.

Tragedi Bekasi menjadi momentum refleksi bagi industri taksi listrik di Indonesia. Di satu sisi, Green SM membuktikan bahwa kendaraan listrik bisa menjadi bagian dari solusi kemacetan dan polusi di kota-kota besar.

Di sisi lain, tantangan keselamatan—mulai dari perilaku pengemudi hingga infrastruktur perlintasan sebidang yang belum memadai—masih menjadi pekerjaan rumah.

Sebagai operator yang mengandalkan teknologi VinFast, Green SM kini diharapkan tidak hanya fokus ekspansi, tetapi juga memperkuat pelatihan pengemudi, sistem pemantauan armada, dan kolaborasi dengan KAI serta pemerintah.

Load More