Otomotif / Mobil
Selasa, 28 April 2026 | 15:51 WIB
Ilustrasi kecelakaan kereta KRL menabrak taksi di Bekasi (Gemini AI)

Suara.com - Mobil listrik VinFast milik Green SM kembali mengalami kecelakaan, kali ini disebabkan oleh armada yang mogok di perlintasan kereta. Seperti yang Anda ketahui, masyarakat tengah berduka akibat kecelakaan beruntun antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) dekat Bulak Kapal, Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 Mei 2026.

Dari informasi yang beredar, kecelakaan bermula ketika KRL jurusan Cikarang menabrak mobil taksi hijau Green SM yang dikabarkan mogok di perlintasan JPL 85 Ampera. Sopir Green SM diketahui berhasil menyelamatkan diri dan tidak membawa penumpang, tetapi mobil terseret sekitar 100 meter.

Karena hal tersebut, KRL lainnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Sayangnya, posisi KRL yang berhenti kemudian tertabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang di belakangnya.

Armada yang terlibat dalam kecelakaan nahas ini diidentifikasi sebagai VinFast VF e34, sebuah SUV listrik yang menjadi andalan VinFast dan digunakan oleh Green SM sebagai armada taksi listrik mereka.

Spesifikasi dan harga taksi listrik VinFast limogreen

Sebagai informasi, VinFast VF e34 merupakan SUV listrik kompak yang dibekali motor listrik bertenaga sekitar 147 hp dengan torsi mencapai 242 Nm. Mobil ini menggunakan baterai berkapasitas sekitar 42 kWh yang mampu menempuh jarak hingga kurang lebih 300 km dalam sekali pengisian penuh berdasarkan standar NEDC.

Untuk pengisian daya, VF e34 sudah mendukung fast charging yang memungkinkan baterai terisi dari 10% hingga 70% dalam waktu sekitar 30 menit, tergantung kondisi dan infrastruktur pengisian. Dari sisi fitur, mobil ini dilengkapi sistem keselamatan modern seperti ABS, EBD, kontrol stabilitas, hingga berbagai sensor dan kamera pendukung.

Interiornya mengusung konsep minimalis dengan layar sentuh besar sebagai pusat kontrol. Di pasar Indonesia, harga VinFast VF e34 diperkirakan berada di kisaran Rp300 juta hingga Rp400 juta, tergantung skema kepemilikan baterai dan kebijakan distribusi yang diterapkan oleh perusahaan.

Pernyataan pihak Green SM

Green SM melalui unggahan di akun Instagram resminya, @id.greensm, Selasa (28/4/2026), mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait insiden yang melibatkan salah satu taksinya.

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas," tulis Green SM dalam pernyataannya.

Baca Juga: Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung."Di tengah sorotan publik, Green SM menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi fokus utama operasional mereka.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," lanjut pernyataan tersebut.

Sayangnya, komentar pada postingan tersebut dinonaktifkan.

Bukan kecelakaan Green SM pertama

Berdasarkan laporan yang masuk, ini bukan kali pertama mobil listrik VinFast miilik Green SM mengalami kecelakaan. Paling terbaru, pada bula Oktober 2025 lalu, terjadi kecelakaan antara taksi Green SM dengan satu kereta di rel perlintasan kereta api Jembatan Gantung, Cengkareg, Jakarta.

Lebih jauh lagi, di akhir bulan Februari 2025, Green SM yang saat itu masih bernama Xanh SM dilaporkan menabrak pedagang di wilayah Kembangan, Jakarta. Pada informasi yang beredar juga dilaporkan bahwa pernah ada kecelakaan antara taksi hijau Green SM dengan kereta api di area Sawah Besar, Jakarta Barat.

Menilik hal tersebut, banyak warganet meminta audit terhadap phak-pihak terkait agar kejadian serupa tak lagi terulang.

Load More