- YLKI menuntut pemerintah dan operator segera menyalurkan santunan bagi seluruh korban kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur secara transparan.
- Pihak operator diwajibkan memenuhi hak konsumen tanpa membebani keluarga korban dengan proses administratif yang rumit dan berbelit.
- Selain santunan finansial, korban kecelakaan berhak mendapatkan penanganan medis optimal serta pemulihan fisik dan psikologis secara menyeluruh.
Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menuntut percepatan dan kepastian santunan bagi seluruh korban kecelakaan KRL dengan kereta Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, baik korban luka maupun korban meninggal dunia.
Pengurus Harian YLKI Rio Priambodo menilai korban dan keluarga tidak boleh dibebani proses administratif yang rumit di tengah situasi darurat, sehingga pemerintah dan operator wajib memastikan seluruh hak konsumen terpenuhi secara cepat, transparan, dan adil.
“YLKI menuntut adanya kepastian dan percepatan pemberian santunan kepada seluruh korban, baik korban luka maupun korban meninggal dunia, tanpa proses yang berbelit,” kata Rio dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).
Menurut Rio, penanganan pascakecelakaan tidak boleh berhenti pada evakuasi dan perawatan medis semata. Aspek perlindungan konsumen, termasuk santunan dan tanggung jawab pelaku usaha, harus menjadi prioritas utama.
Ia juga menilai operator memiliki kewajiban penuh terhadap korban, termasuk memastikan proses kompensasi berjalan jelas bagi keluarga korban meninggal maupun penumpang yang mengalami luka fisik dan trauma.
“Pemerintah harus hadir secara aktif untuk memastikan korban memperoleh haknya secara cepat, transparan, dan adil,” ujarnya.
Selain santunan finansial, YLKI juga menyoroti pentingnya pemulihan fisik dan psikologis korban sebagai bagian dari tanggung jawab perlindungan konsumen yang lebih menyeluruh.
Menurut dia, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas yang terdampak insiden juga memerlukan perhatian khusus dalam proses pemulihan.
“Perlindungan korban harus menjadi prioritas utama, meliputi perawatan medis yang optimal bagi korban luka, pemulihan fisik dan psikologis korban,” tutur Rio.
Baca Juga: Kisah Nuryati Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Kehabisan Oksigen Usai Gagal Dievakuasi Lewat Jendela
YLKI menilai percepatan santunan penting untuk mencegah korban atau keluarga menghadapi ketidakpastian tambahan setelah mengalami musibah besar.
Bagi YLKI, kecepatan penanganan hak korban juga menjadi indikator keseriusan negara dan operator dalam menempatkan keselamatan serta perlindungan konsumen sebagai hak dasar pengguna transportasi publik.
“Keselamatan konsumen merupakan hak dasar yang harus dijamin oleh negara dan pelaku usaha,” pungkas dia.
Berita Terkait
-
Polisi Klaim 10 Jenazah Korban Kecelakaan KAI di RS Polri Kramat Jati Belum Teridentifikasi
-
Tidak Ada Kata Maaf, Publik Soroti Klarifikasi Green SM Usai Tragedi di Bekasi Timur
-
Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan
-
Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast
-
AHY Minta Evakuasi Gerbong KRL di Bekasi Timur Rampung Sore Ini, Target Malam Sudah Normal
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati