Otomotif / Motor
Rabu, 29 April 2026 | 14:14 WIB
Transmisi sepeda motor matik perlu dirawat seksama, antara lain CVT [Yamaha DDS 3].
Baca 10 detik
  • Suara kasar dan tarikan berat pada motor bisa disebabkan oleh kerusakan komponen internal seperti oli, busi, dan klep.
  • Permasalahan pada sektor CVT, sistem filter udara, rantai, atau injeksi bahan bakar dapat menyebabkan mesin bekerja tidak stabil dan berat.
  • Pemilik motor wajib melakukan servis rutin serta perawatan berkala untuk menjaga kinerja komponen tetap optimal dan mencegah kerusakan fatal mesin.

Suara.com - Pernahkah Anda merasakan suara mesin motor terdengar kasar saat tuas gas diputar, namun laju motor justru terasa tertahan dan berat?

Kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan, apalagi jika Anda mengandalkan motor untuk mobilitas harian yang padat.

Performa motor yang menurun bukan hanya soal usia kendaraan, tapi sering kali merupakan sinyal bahwa ada komponen yang butuh perhatian ekstra.

Sebagai pengendara yang cerdas, Anda perlu mengenali penyebabnya sebelum kerusakan merambat ke bagian lain yang lebih mahal.

Lantas, suara motor kasar saat digas dan tarikan berat apa sebabnya? Berikut adalah daftar komponen vital yang wajib Anda cek segera.

1. Oli Mesin 

Penyebab paling umum suara mesin kasar adalah kondisi oli yang sudah buruk atau volumenya berkurang drastis. Oli berfungsi melumasi gesekan antar komponen di dalam mesin.

Jika oli jarang diganti atau terjadi penguapan, daya lumasnya ilang.

Dampaknya, gesekan logam antar komponen mesin menjadi kasar, menimbulkan suara berisik, dan suhu mesin meningkat (overheat). Mesin yang kepanasan akan membuat tarikan motor terasa sangat loyo atau berat.

2. CVT (Khusus Motor Matic): Roller dan V-Belt

Bagi pengguna motor matic, masalah suara kasar dan tarikan berat biasanya bersumber dari sektor transmisi atau Continuously Variable Transmission (CVT).

Baca Juga: 6 Motor Sekelas Yamaha Vixion yang Harganya Terjun Bebas: Layak Dibeli di 2026, Ada yang 4 Jutaan

Roller Peyang: Jika roller sudah tidak bulat sempurna, pergerakannya tidak akan mulus. Ini memicu suara "klotok-klotok" dan akselerasi yang tersendat.

V-Belt Aus: Sabuk yang sudah retak atau melar akan mengalami selip. Akibatnya, mesin meraung tinggi (suara kasar) tapi tenaga tidak tersalurkan sempurna ke roda belakang (tarikan berat).

3. Filter Udara yang Tersumbat Debu

Mesin membutuhkan campuran udara dan bahan bakar yang ideal untuk menciptakan ledakan tenaga. Jika filter udara kotor karena debu yang menumpuk, pasokan oksigen ke ruang bakar akan terhambat.

Dampaknya, pembakaran menjadi "kaya" (terlalu banyak bensin), yang mengakibatkan mesin terasa berat saat digas dan sering kali memicu suara mesin yang tidak stabil atau berebet.

4. Kondisi Busi yang Sudah Lemah

Busi adalah pemantik api di ruang bakar. Seiring pemakaian, elektroda busi akan aus atau tertutup kerak karbon.

Dampaknya, percikan api menjadi kecil atau tidak stabil. Hal ini membuat proses pembakaran tidak sempurna. Mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga, yang sering kali ditandai dengan getaran mesin yang lebih kasar dan tarikan yang terasa "ngeden".

5. Rantai dan Gir (Motor Bebek & Sport)

Jika Anda tidak menggunakan motor matic, maka komponen yang harus dicurigai adalah rantai. Rantai yang kering, kaku, atau sudah aus akan menimbulkan suara berisik (berisik logam) saat motor melaju.

Load More