Otomotif / Mobil
Kamis, 30 April 2026 | 15:21 WIB
Mobil listrik. Termurah(freepik)
Baca 10 detik
  • Pasar mobil listrik bekas di Indonesia pada 2026 menawarkan harga kompetitif, seperti Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV.
  • Pembeli wajib memeriksa persentase *State of Health* (SOH) baterai minimal 80% guna menjamin performa kendaraan tetap optimal.
  • Pastikan unit memiliki riwayat servis resmi dan garansi baterai pabrikan untuk melindungi dari risiko penurunan kapasitas daya.

Lalu berapa batas bahayanya?

Jika sebuah unit mobil listrik memiliki SOH di bawah 75% atau bahkan 70%, beberapa saran menyatakan bahwa itu sudah masuk "zona merah".

Risiko terbesarnya adalah penurunan drastis jarak tempuh yang bisa membuat mobil tidak lagi reliable untuk kegiatan sehari-hari. Tak heran, dealer mobil bekas seringkali mematok harga yang anjlok—atau bahkan menolak membeli—EV yang SOH-nya di bawah 80%.

Inilah Ringkasan Panduan SOH untuk Pembeli:

  • 85% - 100% : Kondisi sangat prima. Jarang dijumpai di harga diskon besar kecuali unit muda dan terawat.
  • 80% - 84% : Masih sangat oke dan merupakan standar wajar mobil bekas berkualitas.
  • 75% - 79% : Sebaiknya ditawar lebih rendah, hitung ulang kebutuhan jarak tempuh harian Anda.

Di Bawah 70% - 75%: Pikirkan matang-matang. Cocok hanya jika budget sangat terbatas dan mobilitas Anda pendek-pendek saja.

Garansi Baterai Sebagai Pelindung Dompet

Kabar baiknya, kita sebenarnya tidak perlu terlalu paranoid selama berburu unit yang masih muda. Kenapa? Karena sebagian besar pabrikan seperti Hyundai hingga Wuling memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 160.000 km (mana yang tercapai lebih dulu).

Dalam klausul standarnya, pabrikan menjamin SOH baterai tidak akan menyentuh di bawah 70% selama masa garansi.

Jika iya, baterai wajib diganti gratis oleh pabrikan. Hyundai Indonesia, contohnya, sudah menerapkan ini untuk Ioniq 5 yang sempat tersandung masalah drop baterai di masa lalu.

Baca Juga: Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang

Jadi, membeli Hyundai Ioniq 5 bekas tahun 2023 di tahun 2026 ini—yang dijual di kisaran Rp300 jutaan—bisa jadi langkah cerdas, karena garansi baterainya masih aktif sampai sekitar tahun 2031.

Namun, Anda wajib memastikan riwayat servisnya lengkap, karena beberapa garansi bisa hangus jika perawatan dilakukan di bengkel yang tidak sesuai standar.

Hyundai Ioniq 5 (hyundai.com)

Tips Cek Baterai sebelum Transaksi

Anda tidak bisa hanya mengandalkan test drive sebentar atau melihat lampu indikator di dasbor untuk menilai kesehatan baterai. Ada beberapa langkah krusial saat membeli mobil listrik bekas yang dirangkum dari para pedagang dan komunitas EV:

  • Bawa ke Bengkel Resmi: Langkah ini wajib. Pemilik showroom mobil bekas, Andi dan Agus, kompak menyarankan agar unit EV bekas dicek menggunakan alat diagnostik di bengkel resmi. Biaya pengecekan tidak sebanding dengan risiko harus ganti baterai puluhan juta rupiah di kemudian hari.
  • Minta Sertifikat atau Print-out SOH: Di Eropa, sertifikat SOH sudah mulai distandardisasi. Anda cukup meminta data hasil pembacaan Battery Management System (BMS) dari penjual. Jangan ragu untuk membatalkan transaksi jika penjual tidak bisa menunjukkannya.
  • Cek Fisik & Riwayat Kecelakaan: Pastikan sasis tidak penyok dan mobil bukan bekas terendam banjir. Kerusakan pada kelistrikan tegangan tinggi akibat banjir adalah malapetaka yang seringkali tidak terlihat kasat mata.

Load More