- Pasar mobil listrik bekas di Indonesia pada 2026 menawarkan harga kompetitif, seperti Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV.
- Pembeli wajib memeriksa persentase *State of Health* (SOH) baterai minimal 80% guna menjamin performa kendaraan tetap optimal.
- Pastikan unit memiliki riwayat servis resmi dan garansi baterai pabrikan untuk melindungi dari risiko penurunan kapasitas daya.
Lalu berapa batas bahayanya?
Jika sebuah unit mobil listrik memiliki SOH di bawah 75% atau bahkan 70%, beberapa saran menyatakan bahwa itu sudah masuk "zona merah".
Risiko terbesarnya adalah penurunan drastis jarak tempuh yang bisa membuat mobil tidak lagi reliable untuk kegiatan sehari-hari. Tak heran, dealer mobil bekas seringkali mematok harga yang anjlok—atau bahkan menolak membeli—EV yang SOH-nya di bawah 80%.
Inilah Ringkasan Panduan SOH untuk Pembeli:
- 85% - 100% : Kondisi sangat prima. Jarang dijumpai di harga diskon besar kecuali unit muda dan terawat.
- 80% - 84% : Masih sangat oke dan merupakan standar wajar mobil bekas berkualitas.
- 75% - 79% : Sebaiknya ditawar lebih rendah, hitung ulang kebutuhan jarak tempuh harian Anda.
Di Bawah 70% - 75%: Pikirkan matang-matang. Cocok hanya jika budget sangat terbatas dan mobilitas Anda pendek-pendek saja.
Garansi Baterai Sebagai Pelindung Dompet
Kabar baiknya, kita sebenarnya tidak perlu terlalu paranoid selama berburu unit yang masih muda. Kenapa? Karena sebagian besar pabrikan seperti Hyundai hingga Wuling memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 160.000 km (mana yang tercapai lebih dulu).
Dalam klausul standarnya, pabrikan menjamin SOH baterai tidak akan menyentuh di bawah 70% selama masa garansi.
Jika iya, baterai wajib diganti gratis oleh pabrikan. Hyundai Indonesia, contohnya, sudah menerapkan ini untuk Ioniq 5 yang sempat tersandung masalah drop baterai di masa lalu.
Baca Juga: Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang
Jadi, membeli Hyundai Ioniq 5 bekas tahun 2023 di tahun 2026 ini—yang dijual di kisaran Rp300 jutaan—bisa jadi langkah cerdas, karena garansi baterainya masih aktif sampai sekitar tahun 2031.
Namun, Anda wajib memastikan riwayat servisnya lengkap, karena beberapa garansi bisa hangus jika perawatan dilakukan di bengkel yang tidak sesuai standar.
Tips Cek Baterai sebelum Transaksi
Anda tidak bisa hanya mengandalkan test drive sebentar atau melihat lampu indikator di dasbor untuk menilai kesehatan baterai. Ada beberapa langkah krusial saat membeli mobil listrik bekas yang dirangkum dari para pedagang dan komunitas EV:
- Bawa ke Bengkel Resmi: Langkah ini wajib. Pemilik showroom mobil bekas, Andi dan Agus, kompak menyarankan agar unit EV bekas dicek menggunakan alat diagnostik di bengkel resmi. Biaya pengecekan tidak sebanding dengan risiko harus ganti baterai puluhan juta rupiah di kemudian hari.
- Minta Sertifikat atau Print-out SOH: Di Eropa, sertifikat SOH sudah mulai distandardisasi. Anda cukup meminta data hasil pembacaan Battery Management System (BMS) dari penjual. Jangan ragu untuk membatalkan transaksi jika penjual tidak bisa menunjukkannya.
- Cek Fisik & Riwayat Kecelakaan: Pastikan sasis tidak penyok dan mobil bukan bekas terendam banjir. Kerusakan pada kelistrikan tegangan tinggi akibat banjir adalah malapetaka yang seringkali tidak terlihat kasat mata.
Berita Terkait
-
Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang
-
Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?
-
Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD
-
Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik
-
Belajar dari Tragedi Stasiun Bekasi, Mobil Listrik Tak Bisa Didorong saat Mogok?
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Volkswagen Pangkas Kapasitas Produksi Satu Juta Unit Akibat Laba Anjlok
-
Apakah Denza D9 Generasi Baru Jadi MPV Mewah Paling Gila Abad Ini?
-
Dexlite Meroket Harga SUV Mitsubishi Merosot, Ini Pajero Sport Bekas Paling Cocok
-
Pasar Mobil Bekas Turut Merasakan Dampak Kehadiran Mobil Listrik China
-
Bukan Lagi Rp0! Ini Aturan Baru Pajak Motor Listrik Tahun 2026, Cek Simulasi Hitungannya
-
5 Mobil Diesel Tiga Baris Low Cortisol Nggak Bikin Kantong Jebol, yang Aman Pakai Biosolar
-
Toyota Fortuner 2006 Tawarkan Kemewahan Pejabat dengan Harga Sangat Merakyat, Setara Dana LCGC
-
Ciri Mobil yang Tak Boleh Pakai Bioetanol, Wajib Tahu agar Mesin Tidak Rusak
-
Sah Jadi Komisaris Bank BJB, Isi Garasi Otomotif Susi Pudjiastuti Cukup Nyentrik
-
Daihatsu Bangun Kelas Industri demi Cetak SDM Otomotif Unggul