- Nissan berencana menjual mobil murah asal Tiongkok ke Kanada untuk memulihkan bisnisnya mulai tahun 2026 mendatang.
- Strategi ini memanfaatkan regulasi Kanada yang mengizinkan impor kendaraan listrik serta hybrid buatan Tiongkok dalam jumlah besar.
- Langkah tersebut bertujuan meningkatkan daya saing melalui harga terjangkau guna mengatasi penurunan penjualan global bagi perusahaan.
Strategi ini bisa lebih realistis dibanding memaksakan EV murni di pasar yang masih sensitif soal harga dan infrastruktur.
Jejak Global dan Rencana Produksi
Selain Kanada, Nissan juga memangkas biaya di Eropa dengan mengurangi kapasitas produksi di pabrik Sunderland, Inggris.
Ada kabar bahwa Nissan menjajaki kerja sama dengan produsen Tiongkok seperti Chery untuk memanfaatkan fasilitas idle di sana.
Sementara itu, rival seperti Stellantis sudah lebih dulu bergerak dengan rencana memproduksi Leapmotor EV di Kanada.
Langkah Nissan ini menunjukkan tren baru: mobil murah berbasis Tiongkok bisa jadi solusi cepat bagi merek global yang sedang kesulitan.
Konsumen di Kanada berpotensi mendapat pilihan mobil hybrid atau PHEV dengan harga lebih terjangkau, sementara pasar AS masih harus menunggu karena hambatan tarif. Apakah langkah ini juga akan diaplikasikan untuk pasar Asia Tenggara?
Berita Terkait
-
Berapa Harga dan Pajak BYD M6 di Indonesia?
-
Ikuti Jejak Toyota, Honda akan Jorjoran Gelontorkan 15 Mobil Hybrid
-
Kecanggihan Baterai Blade BYD Dinilai Berpotensi Jadi Beban Biaya Perawatan Bagi Konsumen
-
Berapa Harga BYD M6 DM? Ini Taksirannya Sebelum Diumumkan
-
Dominasi Daihatsu di Segmen Harga Bawah Rp 300 Juta Belum Terbendung Pesaing
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung