Otomotif / Mobil
Kamis, 21 Mei 2026 | 16:11 WIB
Nissan Gravite. (Nissan India)
Baca 10 detik
  • Nissan berencana menjual mobil murah asal Tiongkok ke Kanada untuk memulihkan bisnisnya mulai tahun 2026 mendatang.
  • Strategi ini memanfaatkan regulasi Kanada yang mengizinkan impor kendaraan listrik serta hybrid buatan Tiongkok dalam jumlah besar.
  • Langkah tersebut bertujuan meningkatkan daya saing melalui harga terjangkau guna mengatasi penurunan penjualan global bagi perusahaan.

Strategi ini bisa lebih realistis dibanding memaksakan EV murni di pasar yang masih sensitif soal harga dan infrastruktur.

Jejak Global dan Rencana Produksi

Deretan mobil Nissan (Gemini Studios)

Selain Kanada, Nissan juga memangkas biaya di Eropa dengan mengurangi kapasitas produksi di pabrik Sunderland, Inggris.

Ada kabar bahwa Nissan menjajaki kerja sama dengan produsen Tiongkok seperti Chery untuk memanfaatkan fasilitas idle di sana.

Sementara itu, rival seperti Stellantis sudah lebih dulu bergerak dengan rencana memproduksi Leapmotor EV di Kanada.

Langkah Nissan ini menunjukkan tren baru: mobil murah berbasis Tiongkok bisa jadi solusi cepat bagi merek global yang sedang kesulitan.

Konsumen di Kanada berpotensi mendapat pilihan mobil hybrid atau PHEV dengan harga lebih terjangkau, sementara pasar AS masih harus menunggu karena hambatan tarif. Apakah langkah ini juga akan diaplikasikan untuk pasar Asia Tenggara?

Load More