Otomotif / Mobil
Kamis, 21 Mei 2026 | 16:35 WIB
Ilustrasi SUV Nissan. (Suara x Gemini)
Baca 10 detik
  • Nissan berencana mengekspor hingga 300.000 unit mobil produksi Tiongkok untuk meningkatkan daya saing di pasar global.
  • Perusahaan menargetkan pasar Kanada dan Amerika Latin dengan menyediakan kendaraan hybrid dan listrik yang lebih terjangkau.
  • Nissan melakukan efisiensi biaya operasional di Eropa serta menjajaki kolaborasi dengan produsen lokal untuk pengembangan produk.

Bahkan ada pembicaraan dengan produsen Tiongkok seperti Chery untuk memanfaatkan fasilitas idle. Langkah ini menunjukkan Nissan tidak ragu berkolaborasi demi menekan biaya dan mempercepat pengembangan produk.

Strategi ini bisa menghadirkan mobil murah dengan teknologi elektrifikasi ke pasar global.

Konsumen di Kanada dan Amerika Latin berpotensi mendapat pilihan hybrid atau PHEV dengan harga lebih terjangkau. Sementara itu, pasar AS masih terhambat tarif impor, sehingga harus menunggu lebih lama.

Load More