Otomotif / Mobil
Rabu, 10 Juni 2026 | 12:49 WIB
Ilustrasi harga pertalite dan bbm subsidi (dibuat dengan AI)
Baca 10 detik
  • PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green pada 10 Juni 2026.
  • Harga Pertamax kini menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik menjadi Rp17.000 per liter di Indonesia.
  • Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak mengalami kenaikan dan tetap dijual dengan harga sebelumnya.

Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi per 10 Juni 2026, . Kenaikan paling banyak disorot terjadi pada Pertamax yang sebelumnya dijual Rp12.300 per liter dan kini menjadi Rp16.250 per liter. Apakah pertalite ikut naik harga?

Di tengah kenaikan tersebut, muncul pertanyaan yang ramai dibicarakan masyarakat, yakni apakah harga Pertalite juga ikut naik.

Pertanyaan ini wajar mengingat Pertalite masih menjadi salah satu jenis BBM yang paling banyak digunakan oleh pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat di Indonesia.

Sebagian konsumen bahkan mulai mencari informasi terbaru mengenai harga Pertalite hari ini karena khawatir penyesuaian harga Pertamax akan diikuti oleh kenaikan BBM subsidi.

Namun, berdasarkan informasi resmi dari Pertamina, kondisi Pertalite berbeda dengan Pertamax yang termasuk kategori BBM nonsubsidi.

Lalu, berapa harga Pertalite saat ini dan bagaimana status BBM subsidi tersebut setelah penyesuaian harga Pertamax? Berikut penjelasannya.

Ilustrasi suasana di SPBU [Antara]

Pertamax Resmi Naik Harga

Pertamax merupakan produk BBM nonsubsidi dengan Research Octane Number (RON) 92 yang dipasarkan oleh Pertamina.

Berbeda dengan Pertalite yang mendapatkan dukungan subsidi pemerintah, harga Pertamax mengikuti mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan kondisi pasar dan harga minyak dunia.

Mulai 10 Juni 2026, Pertamina menetapkan harga Pertamax sebesar Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Selain Pertamax, harga Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Baca Juga: IHSG Sesi I Melonjak 2,34% ke Level 5.881, BBCA Jadi Bintang

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Roberth dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Keputusan tersebut telah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator dan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Kebijakan penyesuaian harga juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis perusahaan, kualitas pelayanan kepada konsumen, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Meski Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan harga, tidak semua produk BBM Pertamina mengalami perubahan tarif. Sejumlah produk lainnya masih dijual dengan harga yang sama seperti sebelumnya.

Bagaimana Nasib Pertalite Setelah Pertamax Naik?

Kabar yang paling banyak dicari masyarakat saat ini adalah terkait harga Pertalite. Banyak pengguna kendaraan khawatir harga BBM subsidi tersebut ikut mengalami kenaikan menyusul perubahan harga Pertamax.

Load More