Otomotif / Mobil
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:29 WIB
Nissan LEAF. [PT Nissan Motor Distribution Indonesia]
Baca 10 detik
  • Pertamina menaikkan harga Pertamax di Jakarta per 10 Juni 2026, memicu lonjakan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
  • Konsumen kini memilih mobil listrik baru asal Tiongkok atau mobil listrik bekas Nissan Leaf dengan harga terjangkau.
  • Peralihan ke kendaraan listrik dinilai lebih efisien karena biaya operasional yang jauh lebih murah daripada bensin konvensional.

Suara.com - Siapa yang menyangka bahwa di pertengahan Juni 2026 ini, gairah memiliki mobil listrik (EV) di Indonesia meledak bukan sekadar karena tren, melainkan tuntutan ekonomi.

Fenomena ini terjadi saat PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter, sebuah lompatan harga yang membuat para pemilik mobil bensin mulai melirik opsi bebas emisi.

Konsumen usia produktif kini dihadapkan pada dilema menarik: membeli mobil listrik baru dari merek Tiongkok yang sedang naik daun atau meminang mobil listrik legendaris asal Jepang, Nissan Leaf, dalam kondisi bekas dengan harga yang ternyata kini setara.

Harga bensin mahal, opsi menarik pindah mobil listrik

SPBU Pertamina. (pertamina.com)

Pemerintah dan Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) yang sangat signifikan, mencapai kenaikan Rp3.950 per liter di wilayah DKI Jakarta mulai 10 Juni 2026.

Selisih harga yang semakin lebar dengan BBM subsidi membuat biaya operasional kendaraan konvensional melonjak drastis. Hal ini memicu pertanyaan krusial bagi para pekerja kantoran dan keluarga muda tentang efisiensi jangka panjang.

Beralih ke mobil listrik menjadi opsi yang sangat masuk akal karena penghematan operasionalnya yang luar biasa. Sebagai gambaran, mengisi daya baterai mobil listrik 40 kWh hingga penuh di rumah hanya membutuhkan biaya sekitar Rp67.960.

Dengan asumsi jarak tempuh sekitar 311 km, artinya biaya per kilometernya hanya Rp218, jauh lebih murah dibandingkan mengisi bensin di SPBU yang harganya terus bergejolak.

Rata-rata harga mobil listrik termurah China dari BYD Atto 1 hingga Changan Lumin

Baca Juga: Aturan Ketat China Bakal Depak Mobil Listrik EREV yang Cuma Jual Janji Jarak Tempuh

BYD Atto 1. (Dok. Byd)

Pasar Indonesia saat ini dibanjiri pilihan mobil listrik baru dari Tiongkok dengan harga di bawah Rp250 juta.

Changan Lumin menjadi salah satu yang termurah dengan banderol sekitar Rp222 juta, menawarkan tampilan imut dan jarak tempuh hingga 301 km (NEDC). Selain itu, ada Wuling Air ev Lite yang dijual mulai Rp184 jutaan untuk varian standar.

Bagi yang mencari teknologi baterai yang lebih mutakhir, BYD Atto 1 hadir sebagai penantang serius.

Varian Dynamic-nya dijual seharga Rp195 juta dengan jarak tempuh 300 km, sementara varian Premium dibanderol Rp235 juta untuk jarak tempuh 380 km.

Mobil-mobil ini menawarkan kondisi baru dengan garansi pabrik yang panjang, namun secara dimensi dan tenaga motor listrik, mereka masih berada di kategori city car mungil atau SUV kompak dengan tenaga sekitar 30 kW hingga 55 kW.

Pesona Nissan Leaf bekas: Harga dan keunggulan spesifikasi plus fitur

Load More