Otomotif / Mobil
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB
Persneling mobil transmisi manual. (Pexels)
Baca 10 detik
  • Toyota sedang mengembangkan sistem transmisi manual simulasi untuk mobil listrik guna menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih realistis.
  • Teknologi ini menggunakan perangkat lunak untuk meniru mekanisme kopling dan tuas gigi, termasuk simulasi mesin mati saat kesalahan pengoperasian.
  • Pengembangan ini menghadapi tantangan regulasi lisensi mengemudi di berbagai negara serta penentuan waktu produksi massal yang belum dipastikan.

Suara.com - Toyota sedang menggarap konsep unik: mobil listrik dengan transmisi manual simulasi. Teknologi ini menghadirkan pedal kopling, tuas gigi, bahkan sensasi mesin mati jika pengemudi salah mengoperasikan.

Meski tidak ada mesin bensin atau gearbox sungguhan, sistem ini dirancang untuk meniru pengalaman mengendarai mobil manual secara realistis.

Pengembangan ini dilakukan oleh Toyota dan Lexus, dengan paten terbaru yang menunjukkan keseriusan mereka.

Menurut Carscoops, Lexus bahkan sudah pernah menguji prototipe sistem ini di UX300e pada 2022, lengkap dengan suara mesin sintetis untuk menambah kesan sporty.

Eksperimen transmisi manual simulasi sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Paten terbaru yang muncul pada 2026 menegaskan bahwa Toyota belum menyerah pada ide ini.

Ilustrasi Toyota Fortuner diesel (Gemini AI)

Meski begitu, belum ada kepastian kapan teknologi ini akan masuk ke tahap produksi massal.

Pertanyaan besar muncul di negara-negara seperti Jepang dan Inggris, di mana lisensi mengemudi dibedakan antara mobil manual dan otomatis.

Jika mobil listrik dengan transmisi manual simulasi benar-benar hadir, regulasi harus menjawab apakah pengemudi berlisensi otomatis boleh mengendarainya.

Toyota ingin menghadirkan sensasi berkendara klasik di era mobil listrik. Banyak penggemar mobil merasa kehilangan “fun to drive” ketika beralih ke EV yang serba otomatis.

Baca Juga: Penampakan SUV Misterius DFSK Tertangkap Melakukan Uji Jalan di Indonesia

Dengan gearbox palsu, Toyota berharap bisa menarik minat kalangan enthusiast yang rindu pengalaman mengemudi manual, sekaligus membuka peluang monetisasi lewat fitur tambahan seperti simulasi gearbox non-synchro atau opsi rasio gigi yang bisa diubah.

Sistem ini menggunakan software untuk menghitung kecepatan virtual mesin dan menilai apakah gigi yang dipilih sesuai kondisi.

Jika salah, motor listrik akan mengurangi torsi atau bahkan “mati” layaknya mesin bensin. Teknologi ini juga bisa menilai kemampuan pengemudi:

  • Pemula akan mendapat bantuan seperti hill-hold.
  • Pengemudi berpengalaman bisa merasakan tantangan penuh tanpa bantuan.
  • Ada juga fitur launch control untuk start agresif dengan kopling palsu.

Jika benar diproduksi, mobil listrik manual ala Toyota bisa jadi solusi bagi mereka yang ingin tetap menikmati sensasi shifting tanpa kehilangan teknologi modern.

Namun, regulasi dan penerimaan pasar akan menentukan apakah ide ini sekadar eksperimen atau benar-benar jadi tren baru di dunia EV.

Load More