- Toyota menarik lebih dari 270.000 unit truk Tundra dan Lexus LX akibat kontaminasi mesin V6 sejak Mei 2024.
- Kontaminasi material pada bantalan mesin menyebabkan risiko mesin mati mendadak dan performa kendaraan yang tidak stabil saat digunakan.
- Toyota mengganti metode perbaikan dari penggantian mesin penuh menjadi penggunaan perangkat lunak inspeksi per 15 Juni 2026.
Situasi recall mesin V6 ini kini dianggap sebagai ancaman nyata bagi citra reliabilitas yang selama ini menjadi jualan utama Toyota.
Sebagai gambaran betapa besarnya nilai kepercayaan ini, di pasar mobil bekas global pun, mobil-mobil klasik Toyota dan merek lain tetap dihargai tinggi, seperti Jeep CJ-5 1973 yang bisa mencapai harga sekitar 292.050.000 rupiah atau Chevrolet 150 1957 yang menyentuh angka 938.100.000 rupiah (dengan kurs 17.700 rupiah per dolar AS).
Namun, bagi pemilik Tundra dan Lexus LX saat ini, nilai investasi mereka terasa terancam oleh ketidakpastian perbaikan mesin ini.
Toyota sendiri mengeklaim telah melakukan perubahan desain pada bantalan mesin sejak Juli 2024, namun bagi ratusan ribu pemilik unit lama, software inspeksi ini dirasa belum cukup untuk memberikan rasa tenang saat berkendara di jalan raya.
Berita Terkait
-
Nongol di Dealer, Mitsubishi Kenalkan Mobil Listrik dengan Harga Mirip BYD Atto 1
-
3 Mobil Mitsubishi Termurah tapi Belum Ketuaan: Mulai 90 Jutaan, Maticnya Jarang Masuk Bengkel
-
CVT Mitsubishi Xpander vs Toyota Veloz Lebih Awet Mana? Begini Kata Mekanik
-
BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo