Honda RS125 Edisi Terakhir Jadi Penanda Berakhirnya Era Motor Bebek Sporty

Rabu, 04 November 2026 | 17:20 WIB
Motor bebek sporty Honda RS125 edisi terakhir. (Foto: Ist)
BACA 10 DETIK
  • Honda meluncurkan Honda RS125 edisi terakhir di Filipina pada Februari 2024 sebagai tanda penghentian total produksinya pada Maret 2028.
  • Produksi dibatasi hanya 20.000 unit tanpa perubahan spesifikasi mesin, namun mendapat penyegaran grafis serta emblem khusus berharga Rp21 jutaan.
  • Keputusan penghentian diambil karena era motor bebek sporty semakin terdesak oleh dominasi skuter matik di pasar global.

Suara.com - Satu per satu lini sepeda motor bebek legendaris di kawasan Asia Tenggara mulai bertumbangan. Honda secara resmi meluncurkan Honda RS125 edisi terakhir di Filipina, sebuah sinyal tegas akan disuntik matinya model motor bebek sporty yang telah mengaspal selama hampir dua dekade.

Kiprah motor ini dipastikan berakhir menyedihkan setelah Honda membatasi produksinya hanya 20.000 unit sebelum seluruh lini produksinya dihentikan total pada Maret 2028. Padahal, motor bebek ini merupakan salah satu tulang punggung segmen Cub di Filipina dengan akumulasi penjualan mencapai lebih dari 350.000 unit.

Melansir Greatbikers, Honda mengklaim penghentian RS125 dilakukan demi memberikan ruang bagi lini produk generasi masa depan. Kendati demikian, status "Final Edition" ini tak ubahnya sekadar pelipur lara tanpa perubahan teknis yang berarti.

Sektor dapur pacu sama sekali tidak mendapatkan peningkatan performa. Motor ini masih mengandalkan mesin 125cc silinder tunggal SOHC berpendingin udara dengan semburan tenaga 9,5 tenaga kuda serta torsi 9,55 Nm. Transmisi manual 4 percepatan, rem belakang tromol, dan pelek jari-jari 17 inci juga tetap dipertahankan.

Sentuhan penyegaran praktis hanya menyasar sektor visual berupa grafis Stealth Stripe, sematan emblem Final Edition, serta dua opsi warna bernuansa abu-abu, yakni Matte Axis Gray Metallic dan Pearl Sylvestris Gray.

Honda RS125 dijual dengan harga 77.000 peso atau sekitar Rp21 jutaan, edisi terakhir ini menjadi tanda berakhirnya kiprah nama besar RS125. Keputusan Honda menyuntik mati motor bebek ini tanpa langsung menyiapkan suksesor mempertegas kenyataan pahit bahwa era motor bebek sporty semakin terdesak oleh dominasi skuter matik di pasar global.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com