SuaraPekanbaru.id- Nama seseorang wanita bernisial APA turut terseret dalam kasus penganiayaan David Ozora yang dilakukan oleh Mario Dandy.
APA disebut-sebut kalau dirinya terlibat sebagai seorang pembisik kepada Mario Dandy Satrio dalam menganiaya David Ozora.
Namun terbaru ada klarifikasi yang terkait dengan kabar tersebut. APA alias Anastasia Pretya Amanda (19) menyatakan, kalau dirinya tidak pernah terlibat dalam kasus tersebut.
Hal itu juga turut dipertegas oleh kuasa hukum APA bernama Sumantap Simorangkir. Menurutnya kalau Amnda sangat keberatan kalau dirinya disebut terlibat dalam dengan kasus yang anak Rafael Alun Trisambodo.
"Bahwa selaku kuasa hukum dan khususnya Amanda (APA) beserta keluarga, sangat keberatan atas adanya pihak-pihak, baik dalam suatu konferensi pers maupun di media sosial yang menyebut maupun mengkait-kaitkan klien kami dalam kejadian tersebut," ucap Sumantap dalam keterangannya, Senin (13/3/2023).
Sumantap juga menjelaskan jika kliennya tersebut tidak berada di lokasi kejadian, ketika Mario menganiaya David secara brutal.
Amanda sendiri diklaim tidak mentetahui sama sekali, terkiat dengan rencana Mario cs untuk menganiaya David.
"Meluruskan pemberitaan ini sebagai keadaan yang sebenarnya, sehingga tidak lagi menjadi simpang siur yang dapat mengakibatkan timbulnya pencemaran nama baik, dan kerugian materil maupun immateriil terhadap klien kami. Dan atau telah menjadikan pemberitaan tidak berimbang atau tanpa konfirmasi terlebih dahulu," kata dia.
Sebelumnya kuasa hukum dari Mario Dandy Satriyo (20) bernama Dolfie Rompas, turut meberikan desakan kepada Polisi agar memeriksa seorang wanita berinisial APA.
APA disebut sebut oleh kuasa hukum Mario Dandy, menyebarkan informasi terkait perbuatan tidak baik yang diduga dilakukan David terhadap Agnes Garcia.
APA sampai sekarang masih menjadi saksi.
"Klien kami menyampaikan kepada penyidik bahwa, cerita awalnya itu disampaikan dari APA kepada klien kami,” kata Dolfie kepada media, Senin (6/3) lalu.
Kapolres Jaksel Dinilai Blunder
Sementara itu pada awalnya Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ady Ary Syam Indradi menyatakan kalau Mario Dandy mendapatkan informasi tentang adanya perlakuan senonoh yang diduga dilakukan oleh David. Informasi tersebut didapatkan dari seorang wanita bernama APA.
Kombes Pol Ade Ary mengatakan itu ketika jump apers konferensi di hari Jumat (24/2) lalu.
Disebutkan kalau Mario Dandy menanyakan hal tersebut terhadap kekasihnya. Polisi mengatakan, dari pengakuan tersebut kemudian emosi Mario Dandy terpancing.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?