/
Rabu, 15 Maret 2023 | 09:02 WIB
Vokalis band Radja, Ia Kasela menceritakan detik-detik terjadinya ancaman pembunuhan yang mereka dapatkan usai manggung di Johor, Malaysia. (Foto: Suara.com - Adiyoga Priyambodo)

SuaraPekanbaru.id- Band Radja mendapatkan kabar yang kurang baik ketika mereka beres konser di Johor, Malaysia. Mereka mendapatkan ancaman pembunuhan dari beberapa orang yang berbadan besar.

Usai kabar tersebut tersiar dan heboh di publik, terbaru muncul pernyataan dari pihak yang menyatakan diri sebagai promotor. Pihak tersebut memberikan klarifikasi, terkait dengan insiden yang dialami oleh Ian Kasela dan kawan-kawannya.

Dalam surat terbuka yang diposting dalam akun resmi MEE2 Event, sebagai pihak penyelenggara konser Radja di Johor, Malaysia, memberikan klarifikasi terkait dangan kabar tersebut.

Menurut pihak penyelenggara situasi tersebut terjadi karena ada kesalahpahaman saja.

"Mimosa Events & Entertainment selaku penyelenggara acara Majestic Johor Concert - Radja Live in Johor 2023 mengetahui kabar hangat terkait isu tersebut setelah konser di Larkin, Johor pada 11 Maret 2023.

Sehubungan dengan itu, kami ingin menginformasikan kepada Anda bahwa laporan tersebut tidak mencerminkan keadaan sebenarnya, dan disebabkan oleh kesalahpahaman mengenai komitmen komersial dan operasional selama acara berlangsung," tulis keterangan dari pihak MEE2 Event sebagai promotor konser, dikutip dari akun Instagram mereka Rabu (15/3/2023).

Pihak promotor dalam klarifikasinya pun tidak memungkiri kalau ada terjadi keributan dalam momen konser tersebut.

Hanya saja, pihak penyelenggara tersebut mengklaim kalau kondisi itu masihbisa tertangani baik.

"Diskusi yang awalnya damai menjadi panas dan sempat terjadi keributan. Namun tetap terkendali. Setelah diselidiki lebih lanjut, Grup Radja sama sekali tidak mengetahui semua masalah yang diangkat, sebelum dan selama konser karena semua komunikasi antara penyelenggara dan grup hanya melalui Manajer Lokal grup,” lanjutnya.

Baca Juga: Band Radja Dibuat Trauma Manggung di Malaysia, Dede Yusuf Macan Effendy Tegas Kasih Travel Warning Buat Seniman

Menurut mereka dengan hal itu terjadi miss informasi, yang seharunsya diterima oleh kelompok yang terlibat dari pihak penyelenggara.

Pihak promotor memberikan klarifikasi terkait dengan adanya insiden ancaman pembunuhan yang menimpa band Radja usai manggung di Malaysia. (sumber: Foto: Tangkapan Layar Instagram)

Pihak Promotor konser juga turut menjelaskan kalau mereka sudah berusaha, untuk melakukan investigasi terkait dengan ancaman pembunuhan tersebut.

Mereka pun berharap kasus tersebut tidak dilanjutkan semakin larut.

"Kami juga telah memberikan kerja sama penuh kepada PDRM, untuk melakukan investigasi dan dibantu oleh Konsulat Jenderal KBRI Johor Bahru. Kami berharap masalah ini dapat diklarifikasi, dan tidak ada perselisihan berkepanjangan antara kedua negara," terangnya.

Promotor melanjutkan, mereka merasa menyesal terkait adanya insiden menimpa band Radja. Mereka ingin suksesnya acara yang digelar, tidak ada noda dengan ancaman pembunuhan, yang diterima oleh Radja.

"Oleh karena itu pihak penyelenggara sangat menyesalkan kejadian tersebut, dan dengan tulus meminta maaf kepada Radja Group atas kejadian tersebut,” kata mereka meminta maaf.

“Kami juga menyayangkan bahwa citra acara yang berlangsung dengan sukses besar itu, ternodai oleh kejadian yang tidak diinginkan ini. Permintaan maaf ini juga disampaikan kepada Tourism Johor, Konsulat Jenderal KBRI Johor Bahru dan semua pihak yang terdampak atas hal ini," lanjut promotor di akhir. (*)

Load More