/
Jum'at, 17 Maret 2023 | 10:49 WIB
Dua mantan teroris, Pepy Fernando dan Hendro fernando. (Podcast Deddy Corbuzier)

SuaraPekanbaru.id - Pepi Fernando dan Hendro Fernando, dua sosok mantan Teroris ISIS yang terkoneksi langsung di bawah naungan organisasi ISIS Suriah. 

Keduanya membahas perjalanan mereka sebagai pelaku teroris di Indonesia.

Dalam Podcast Deddy Corbuzier, Pepy dan Hendro terang-terangan menyebutkan semua kekejian ISIS, termasuk taktik ISIS di Indonesia.

Bos besar sekaligus vokalis Dewa-19, Ahmad Dhani ternyata nyaris menjadi korban Bom Buku pada tahun 2011 silam.

Bahkan, Pepy Fernando terang-terangan bahwa sang Vokalis Dewa-19 itu menjadi target utama yang ia tuju dalam pengeboman.

Tak hanya Ahmad Dani, ternyata ada empat orang tujuan untuk menjadi korban Bom Buku. "Ada Bapak Yapto Suryosumarno, Bapak Ulil Abshar, dan Gories Mere," kata Pepi.

Gereja di Serpong pun menjadi target para ISIS untuk melakukan aksi pengeboman, namun gagal.

“Keburu ketangkep pelakunya hahaha, Alhamdulillah,” ujar Pak Pepi Fernando.

“Kalau bom Serpong meledak, Serpong akan the end, kang Dedy,” lanjut Pak Pepi Fernando.

Baca Juga: Beda Vonis Terdakwa Tragedi Kanjuruhan: Dua Polisi Divonis Bebas Bikin Publik Kecewa

"Karena bom yang dipakai besar seberat 150 kg dan juga terhubung ke pipa-pipa gas. Tentu saja itu sangat mengamcam Serpong pada saat itu," katanya.

"Sedangkan Jobdesc Pak Hendro Fernando adalah bagian pendanaan senjata untuk berlangsungnya aksi pengeboman Buku 2011," katanya. 

Hendro Fernando terang-terangan mengaku mendapat dana dari Suriah langsung untuk membeli senjata dari negara Filipina.

“Menghabiskan dana Rp1,3 miliar  pada saat itu menjadi dana yang paling besar, dan saya
ketangkep. Sebenarnya ada lagi yang lebih besar hingga menghabiskan dana Rp 7 miliar. Sama-sama gagal akhirnya,” ujar Hendro Fernando.

“Semuanya benar-benar di-setting sedemikian rupa dari Suriah langsung, tapi Alhamdulillah gagal,” lanjutnya. (*)

Load More