SuaraPekanbaru.id- Tidak ada yang tahu siapa sosok dibalik insiden teror bom buku yang mengancam keselamatan pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani. Kejadian tersebut terjadi beberapa tahun silam.
Dibalik insiden tersebut ternyata ada pelaku bernama Pepi Fernando. Dia adalah seorang mantan narapidana dalam kasus terorisme atau napiter, yang kini sudah berikrar untuk kembali kepada NKRI.
Aksinya sempat membuat publik geger dulu, karena ternyata dirinya menjadi dalang dalam kasus bom buku yang ditujukan terhadap empat sasaran, salah satunya adalah Ahmad Dhani.
Pepi Fernando yang kini sudah kembali ke NKRI dan bertaubat itu, memiliki alasan kenapa dirinya harus melakukan itu kepada Ahmad Dhani.
Dulu isu Ahmad Dhani yang merupakan keturunan Yahudi adalah alasan kenapa Peppy mengirimkan bom buku tersebut.
"Karena hari itu mas Dhani itu lagi kencang-kencangnya, bahwa beliau itu keturunan Yahudi. Jadi bukan Mas Dhani yang dihantam, tetapi Yahudinya itu yang ingin saya hantam," ungkap Pepi Fernando dikuti dari kanal Youtube Deddy Corbuizer, Jumat (17/3/2023).
Tak hanay itu saja, dirinya juga mengaku kalau dulu dia terkena paham radikal sampai anti dengan golongan tertentu. Bukan Ahmad Dhani saja yang dulu menjadi sasaran, Pepi Fernando mengaku sempat akan meledakan salah satu gereja yang ada di daerah Serpong.
“Kalau Gereja di Serpong. Belum meledak keburu ketangkep. Kalau bom Serpong meledak itu, Serping the end,” kata dia.
Menurut pengakuannya jika meledaknya bom Serpong itu, maka sudah dipastikan akibatnya sangat fatal. Mengingat kata dia ukuran bom yang sangat besar dan terhubung ke dalam pipa gas.
Pepi menceritakan tentang pengalam hidupnya dulu, kenapa bisa terjun dan memiliki paham radikalisme sebelum akhirnya sadar kalau semua itu adalah salah.
Pepi awalnya berprofesi sebagai wartawan infotainment. Dengan pekerjaannya yang berkaitan erat dengan dunia malam, dia merasa kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslim.
Pepi mengakau kalau dirinya punya latar belakang yang kuat dalam Pendidikan agama. Ketika dirinya merasakan titik nol dalam hal agama, seorang temannya datang dan menawarkan untuk bergabung dengan Negara Islam Indonesia (NII). Di ditawari dengan konsep Iman, Hijrah, dan Jihad.
Bukan hanya berimana kepada Allah tapia da syarat lainnya yakni hijrah. Namun hijrah yang dimaksud adalah pindah kewarganegaraan dari NKRI ke NII.
Lantas Pepi yang waktu dulu kehilangan arah, memutuskan bergabung bersama NII selama tiga tahun. Ketika mendengar konsep jihad, Pepi merasa jika hal tersebut tak sesuai dengan bayangannya selama ini. Dirinya dija jikan hanya menunggu perintah tersebut, dari atasan.
“Saya masih wartawan gosip(20 tahun lalu). Awalnya sih dari pencarian jati diri. Karena Kang Deddy tahu yah kalau ada ulang tahun siapa kita ikut. Cuma dasarnya saya dari kecil sudah pesantren,” ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Alshad Ahmad Bilang Bakal Jual Rumahnya Buat Wujudkan dan Bangun Impiannya Sebagai Pecinta Satwa, Apa Itu?
-
Boy William Lontarkan Kalimat yang Bikin Girang untuk Ayu Ting Ting, Didoakan Berjodoh dan Seiman
-
Fuji Kena Getah Akibat Promosikan Online Shop yang Diklaim Milik Temannya, Wanita Ini Malah Jadi Korban Penipuan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Data Pusat Tak Akurat, DPRD Jogja Desak Aturan Lokal agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
-
Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat
-
Daripada Rugi karena Mati Lampu Bergilir, Ini 5 Genset Murah Cocok untuk Penghobi Ikan Koi
-
Maroko Incar Puncak Grup, Haiti Siap Beri Perlawanan Terbaik
-
Beda Cushion Luxcrime Hijau dan Ungu: Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna
-
Liburan Sekolah Tiba, Bandung Kembali Menjadi Destinasi Favorit Keluarga
-
Parfum Aroma Spicy Seperti Apa? Ini Pilihan Scent Terbaik saat Cuaca Dingin
-
Gaji Rp8 Juta Masuk Berpenghasilan Rendah, Ini 5 Hak Istimewa Beli Rumah Subsidi yang Bisa Didapat