SuaraPekanbaru.id- Ada kabar baik bagi para mubaligh dan mubaligah yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Disampaikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, aka nada honor yang diberikan kepada mubalig dan mubaligah. Karena aktivitas para juru dakwah tersebut dinilai cukup tinggi, namaun tidak disertai dengan honor yang mumpuni.
"Hari ini saya bersilaturahmi dengan para mubalig dan mubaligah dalam menyambut bulan suci Ramadan. Peran ustaz dan ustazah ini sangat besar, dalam merubah warna Pekanbaru ini," ucap Pj Wali Kota Pekanbaru, Muflihun.
Mereka diminta untuk bisa membantu Pemko Pekanbaru dalam menyampaikan kebersihan, supaya masyarakat bisa mau dan sadar diri untuk membuang sampah ke tempatnya.
"Saya telah berupaya membersihkan sampai sejak menjabat sebagai Pj Wali Kota Pekanbaru, sekitar 10 bulan lalu. Hasilnya Pemko Pekanbaru mendapat sertifikat Adipura tahun ini," terang Muflihun.
Pemko Pekanbaru menargetkan kalau tahun depan, kota ini harus meraih Piala Adipura.
Selain fokus terhadap masalah kebersihan kota, ada empat program prioritas yang harus dijalankan pada tahun ini. Hal itu diantaranya Doctor on Call, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan mahasiswa tidak mampu. Ada santunan kematian bagi orang miskin sebesar Rp1 juta kepada ahli waris, termasuk subsidi bunga pinjaman bagi UMKM yang kurang modal.
"Sampaikan di masjid-masjid, bahwa Pemko Pekanbaru punya program Doctor on Call, di setiap puskesmas. Dan program ini harus sampai ke masyarakat," terang Muflihun.
Muflihun merasa kalau selama ini, ada jarak antara masyarakat dengan Pemko Pekanbaru. Sehingga hubungan kedekatan harus kembali dibangun.
"Dalam silaturahmi ini saya juga mengajak para mubalig dan mubaligah, menyampaikan kepada umat agar menghindari politik uang pada Pemilu 2024 nanti," pesan Muflihun.
Ketika mendengar honor para juru dakwah tersebut, Muflihun sedikit tercengang. Mereka hanya mendapatkan Rp150.000 ketika sekali berceramah.
"Kami akan bahas aturannya soal honor para ustaz dan ustazah ini. Kami pelajari dahulu regulasinya. Selama ini Pemko Pekanbaru, hanya memberikan honor kepada para ketua RT dan RW, kader posyandu, dan imam masjid," terang Muflihun. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Jae Yi's Young In: Reuni Aktor Lee Young Ae dan Yoo Ji Tae Usai 25 Tahun
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak
-
Jangan Bingung Cari Mushola Saat Kulineran di PIK: Ini Titik Lokasi Strategis yang Wajib Kamu Tahu
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara
-
Harga Emas Galeri24 dan UBS Anjlok Mendadak Hari Ini, Cek Rincian Barunya!
-
Beckham Putra Tunda Mudik Demi Timnas Indonesia, Siap Jawab Kepercayaan John Herdman
-
Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat
-
Mengenal Staf Kepelatihan John Herdman: Dari Eks Asisten Kluivert hingga Talenta Lokal
-
Lompat di Tengah Suapan Nasi: Kisah Haru ASN Bogor Gugur Selamatkan Bocah di Pantai Padabumi
-
Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran