/
Selasa, 21 Maret 2023 | 11:04 WIB
PJ Wali Kota Pekanbaru, Muflihun mengatakan kalau pihak pemerintah berjanji akan memberkan honor yang mumpuni kepada para juru dakwah di kota ini. (Foto: Dok Humas Pemko Pekanbaru)

SuaraPekanbaru.id- Ada kabar baik bagi para mubaligh dan mubaligah yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Disampaikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, aka nada honor yang diberikan kepada mubalig dan mubaligah. Karena aktivitas para juru dakwah tersebut dinilai cukup tinggi, namaun tidak disertai dengan honor yang mumpuni.

"Hari ini saya bersilaturahmi dengan para mubalig dan mubaligah dalam menyambut bulan suci Ramadan. Peran ustaz dan ustazah ini sangat besar, dalam merubah warna Pekanbaru ini," ucap Pj Wali Kota Pekanbaru, Muflihun.

Mereka diminta untuk bisa membantu Pemko Pekanbaru dalam menyampaikan kebersihan, supaya masyarakat bisa mau dan sadar diri untuk membuang sampah ke tempatnya.

"Saya telah berupaya membersihkan sampai sejak menjabat sebagai Pj Wali Kota Pekanbaru, sekitar 10 bulan lalu. Hasilnya Pemko Pekanbaru mendapat sertifikat Adipura tahun ini," terang Muflihun.

Pemko Pekanbaru menargetkan kalau tahun depan, kota ini harus meraih Piala Adipura.

Selain fokus terhadap masalah kebersihan kota, ada empat program prioritas yang harus dijalankan pada tahun ini. Hal itu diantaranya Doctor on Call, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan mahasiswa tidak mampu. Ada santunan kematian bagi orang miskin sebesar Rp1 juta kepada ahli waris, termasuk subsidi bunga pinjaman bagi UMKM yang kurang modal.

"Sampaikan di masjid-masjid, bahwa Pemko Pekanbaru punya program Doctor on Call, di setiap puskesmas. Dan program ini harus sampai ke masyarakat," terang Muflihun.

Muflihun merasa kalau selama ini, ada jarak antara masyarakat dengan Pemko Pekanbaru. Sehingga hubungan kedekatan harus kembali dibangun.

Baca Juga: Banyak Kader Golkar di Pekanbaru Hijrah dan Piliha Bergabung ke Partai NasDem, Proses Pemecatan Sedang Diurus

"Dalam silaturahmi ini saya juga mengajak para mubalig dan mubaligah, menyampaikan kepada umat agar menghindari politik uang pada Pemilu 2024 nanti," pesan Muflihun.

Ketika mendengar honor para juru dakwah tersebut, Muflihun sedikit tercengang. Mereka hanya mendapatkan Rp150.000 ketika sekali berceramah.

"Kami akan bahas aturannya soal honor para ustaz dan ustazah ini. Kami pelajari dahulu regulasinya. Selama ini Pemko Pekanbaru, hanya memberikan honor kepada para ketua RT dan RW, kader posyandu, dan imam masjid," terang Muflihun. (*)

Load More