/
Minggu, 02 April 2023 | 13:07 WIB
Kilang minyak PT Pertamina Dumai terjadi ledakana dan kebakaran pada hari Sabtu (1/4) malam. Saat ini proses investigasi dan penyelidikan sedang dilakukan. (Foto: Media Sosial/ Dok. Masyarakat)

SuaraPekanbaru.id- Insiden ledakan di kilang minyak PT Pertamina yang ada di Kota Dumai, Riau, terjadi pada hari Sabtu (1/4) pukul 22.30 WIB.

Menurut Area Manager Comm Rel & CSR Kilang Dumai, Agustiawan menyebutkan kalau ledakan tersebut diduga terjadi di area gas kompresor.

"Tim kedaan darurat telah berhasil atasi kejadian di area gas compressor Kilang Dumai. Kejadian telah dapat dikendalikan sekitar pukul 22.54," ungkap Agustiawan dalam keterangan tertulis, Minggu (2/4/2023).

Dia juga menyatakan saat ini jika operasional kilang pada unit yang terkena dampak sedang dihentikan sementara waktu. Hal ini dilakukan agar bisa memastikan keamanan yang berada di lokasi kejadian.

Agustiawan menyatakan kalau utnuk unit lainnya masih tetap beroperasi secara normal.

Sejauh ini, mereka belum tahu apa penyebab bisa terjadinya ledakan di kilna gminyak Pertamina itu.

Agustiawan mengatakan para pekerja yang terkena dampak Sudha mendapatkan penanganan medis. Kondisi mereka dalam keadaan stabil.

“Saat ini telah dibawa ke RS Pertamina Dumai, untuk memperoleh perawatan terbaik,” kata dia.

Agustiawan melanjutkan, kalau Pertamina Kilang Dumai akan tetap memantau dan memastikan, supaya para warga yang ada disekitar lokasi, tidak terkena dampak yang serius.

Baca Juga: Ledakan Kilang Minyak Pertamina Dumai 9 Orang Alami Luka! Kapolda Riau Terjunkan Tim Investigasi, Rumah Warga Kena Dampak

Penolakan Pihak Pertamina

Sementara itu ada kabar dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, dalam insiden ledakan yang terjadi di Pertamina Dumai.

Mereka mengirim tim pengawas, untuk melakukan investigasi terkait dengan ledakan yang terjadi di kilang minyak Pertamina RU-II Dumai tersebut.

Kilang Pertamina Dumai meledak pada hari Sabtu (1/4) malam kemarin WIB. Dalam insiden ledakan tersebut menimbulkan 9 orang mengalami luka. Saat ini aparat dan pihak Pertamina sedang melakukan penyelid (sumber: Foto: Suara.com / Antara)

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Riau, Imron Rosyadi, mengatakan kedatangan dari tim yang berjumlah tiga orang itu, malah mendapatkan penolakan dari pihak Pertamina.

"Kejadian itu mendadak dan mendesak. Malam hari dan habis salat tarawih, sehingga tim tidak perlu pakai standar operasional prosedur (SPT). Namun pihak Pertamina tidak bersedia bekerjasama dan menolak Tim Pengawas Ketenagakerjaan masuk ke lapangan," ungkap Imron, dikutip dari RiauOnline.co.id jaringan Suara.com.

Usai mendapatkan penolakan dari pihak Pertamina, tim pun berencana akan memanggil pihak manajemen mereka untuk dilakukan pemeriksaan. Ada tujuh orang yang bakal turutn menangani. Disnaker menyatakan akan terus melakukan investigasi, karena hal ini berkaitan dengan kemaslahatan masyarakat, yang terkena dampak.

"Kami akan melakukan pemanggilan kepada pihak manajemen terkait kejadian ini, sekaligus penolakan dari Pertamina Dumai karena menghalangi tugas pengawas ketenagakerjaan," kata dia.  (*)

Load More