SUARA PEKANBARU- Muncul pertanyaan apakah boleh zakat fitrah dibayarkan oleh hasil dari pengahsilan gaji istri, karena nominalnya lebih besar dari suami. Dalam hal ini, Ustadz Abdul Somad memberikan jawabannya.
Zakat Fitrah wajib dilakukan oleh umat muslim di bulan Ramadan, menjelang hari perayaan Idul Fitri 1444 Hijriyah. Hukum wajib membayar Zakat Fitrah, berlaku untuk semua umat muslim, dari anak-anak hingga dewasa. Bahkan seorang bayi yang baru dilahirkan, jika waktunya sesuai maka sudah diwajibkan untuk membayar Zakat Fitrah.
Pada penghujung waktu bulan Ramadan, maka Zakat Fitrah mulai dilakukan.
Kepala keluarga bisanya yang menanggung untuk zakat fitrah. Lantas bagaimana jika penghasilan istri lebih besar dibandingkan dengan suaminya.
Apakah boleh istri membayarkan Zakat Fitrah bagi semua naggota keluarganya?
Terkait dengan hal itu, Ustadz Abdul Somad sudah memberikan penjelasannya dalam sebuah ceramah.
Ustadz Kondang asal Kota Pekanbaru ini, disampaikan dalam sebuah video di kanal Youtube bernama Ainul Hayat.
Ustadz Abdul Somad menyampaikan sebuah dalil terlebih dahulu, sebelum membeberkan penjelasannya.
Hadist yang diriwayatkan dari Imam Bukhari dan Muslim:
Baca Juga: Camkan! Salah Anak yang Melarang Orang Tuanya Menikah Lagi, Begini Penjelasan Aa Gym
"Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sak kurma atau gandum atas orang muslim baik budak dan orang biasa, laki-laki dan wanita, anak-anak, dan orang dewasa. Beliau memberitahukan membayar zakat fitrah sebelum berangkat (ke masjid) Idulfitri." (HR Bukhari dan Muslim).
Lantas pria yang akrab disapa UAS ini mulai memberikan penjelasannya.
"Rasulullah SAW, mewajibkan zakat fitrah sa'an min tamri. Satu sak itu ukuran empat mud," Kata UAS.
Menurut Ustadz Abdul Somad kalau Zakat Fitrah itu wajib bagi umat muslim untuk dibayarkan.
Untuk seorang suami yang menjadi kepala keluarga, maka dia yang harus menanggung bayar Zakat Fitrah untuk istri dan anak-anaknya, juga.
"Kalau ibunya ayahnya serumah dengannya, orangtua tidak mampu, maka suami juga ikut membayarnya. Nah sekarang gaji istri lebih besar, suami gajinya pas-pasan. Bagaimana?" kata Ustadz Abdul Somad.
Berita Terkait
-
25 Persen Jalan di Kota Pekanbaru Rusak, Pemerintah Kota Klaim Tiga Jalan Sedang Diperbaiaki, Jalan Parit Indah?
-
Apa Sih Hak Suami Terhadap Handphone Istri? Ustadz Abdul Somad Ingatkan 5 Hak Ini Perlu Dicatat dan Diingat
-
Alasan Ustaz Abdul Somad Sebut Bulan Puasa Ramadan Waktu Tepat Bersih-Bersih dari Liarnya Nafsu Syahwat
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Hasil Liga Champions: Barcelona Tersingkir Meski Menang dari Atletico Madrid
-
Hasil Liga Champions: PSG Hancurkan Liverpool dengan Agregat 4-0
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera