/
Kamis, 06 April 2023 | 06:03 WIB
Ulama asal Cirebon, Buya Yahya. Amalan puasa ramadan akan sia-sia jika kita sering melakukan hal ini. (YouTube Al-Bahjah TV)

SUARA PEKANBARU – Pengasuh Lembaga Pengembangan Dawah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof. Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., Ph.D. atau dikenal sebagai Buya Yahya menjawab pertanyaan perihal puasa seseorang yang pahalanya berkurang, hilang atau tak maksimal dan berpotensi sia-sia.

Penanya dalam pertanyaannya meminta pendapat mengenai cara mengganti pahala seseorang yang berkurang atau hilang ketika menjalankan ibadah puasa, sebab diisi dengan marah-marah, emosi dan kegiatan yang tidak berguna lainnya.

Menanggapi itu, Buya Yahya menyampaikan bahwa yang harus dilakukan oleh orang tersebut adalah sadar diri terhadap kesalahannya, baru kemudian melakukan taubat.

"Jika kita melakukan sebuah kesalahan, maka pertama-tama yang harus kita lakukan taubat dong, merubah," kata Buya Yahya dikutip pekanbaru.suara.com dari YouTube Al-Bahjah TV pada Rabu (5/4/2023).

"Kita harus meninggalkan amalan yang sia-sia, kita harus pandai menahan amarah, baru saat itu kita bicara tentang apa yang hendaknya kita lakukan," tambahnya.

Melalui sebuah ilustrasi, Buya Yahya mengandaikannya seperti sebuah panci yang bocor namun diisikan air, maka yang terjadi adalah panci itu akan sulit atau mustahil untuk penuh.

Menurutnya hal itu serupa seperti keadaan seseorang ketika melakukan kesalahan, maka yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menutup kebocoran atau kesalahannya.

Selanjutnya ketika kerusakan sudah ditutup, barulah orang tersebut menurut Buya Yahya bisa mengisi kembali kegiatan ibadah lainnya.

"Benahi dulu perilaku itu, baru nanti sambil kita memperbanyak amalan yang lain, baca Al Quran, berdzikir dan seterusnya," ujarnya.

Baca Juga: Kriminolog Sebut Fenomena Dukun Slamet karena Masyarakat Kurang Literasi dan Bersifat Serakah

"Alangkah banyaknya orang puasa yang didapat hanya lapar dan dahaga, seperti itu. Jadi sadar dulu kalau Anda punya sifat yang tidak baik kalau diakui tidak baik dan menyesal istighfar, maka itu lah mengembalikan amal kita," tambah Buya Yahya. (*/rizky gurasaputra)

Load More