SUARA PEKANBARU – Pengasuh Lembaga Pengembangan Dawah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof. Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., Ph.D. atau dikenal sebagai Buya Yahya menjawab pertanyaan perihal puasa seseorang yang pahalanya berkurang, hilang atau tak maksimal dan berpotensi sia-sia.
Penanya dalam pertanyaannya meminta pendapat mengenai cara mengganti pahala seseorang yang berkurang atau hilang ketika menjalankan ibadah puasa, sebab diisi dengan marah-marah, emosi dan kegiatan yang tidak berguna lainnya.
Menanggapi itu, Buya Yahya menyampaikan bahwa yang harus dilakukan oleh orang tersebut adalah sadar diri terhadap kesalahannya, baru kemudian melakukan taubat.
"Jika kita melakukan sebuah kesalahan, maka pertama-tama yang harus kita lakukan taubat dong, merubah," kata Buya Yahya dikutip pekanbaru.suara.com dari YouTube Al-Bahjah TV pada Rabu (5/4/2023).
"Kita harus meninggalkan amalan yang sia-sia, kita harus pandai menahan amarah, baru saat itu kita bicara tentang apa yang hendaknya kita lakukan," tambahnya.
Melalui sebuah ilustrasi, Buya Yahya mengandaikannya seperti sebuah panci yang bocor namun diisikan air, maka yang terjadi adalah panci itu akan sulit atau mustahil untuk penuh.
Menurutnya hal itu serupa seperti keadaan seseorang ketika melakukan kesalahan, maka yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menutup kebocoran atau kesalahannya.
Selanjutnya ketika kerusakan sudah ditutup, barulah orang tersebut menurut Buya Yahya bisa mengisi kembali kegiatan ibadah lainnya.
"Benahi dulu perilaku itu, baru nanti sambil kita memperbanyak amalan yang lain, baca Al Quran, berdzikir dan seterusnya," ujarnya.
Baca Juga: Kriminolog Sebut Fenomena Dukun Slamet karena Masyarakat Kurang Literasi dan Bersifat Serakah
"Alangkah banyaknya orang puasa yang didapat hanya lapar dan dahaga, seperti itu. Jadi sadar dulu kalau Anda punya sifat yang tidak baik kalau diakui tidak baik dan menyesal istighfar, maka itu lah mengembalikan amal kita," tambah Buya Yahya. (*/rizky gurasaputra)
Tag
Berita Terkait
-
Mimpi Basah Siang Hari di Bulan Ramadhan Membatalkan Puasa? Ini Kata Buya Yahya
-
Apakah Boleh Mendoakan Lawan Jenis agar Menjadi Jodoh Kita? Simak Penjelasan Buya Yahya
-
Tak Banyak Diketahui, Inilah Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan yang Wajib Diketahui Umat Muslim
-
Ciri-Ciri Orang yang Busuk Hati dan Hasad, Begini Perbedaan yang Beriman dan Kafir Kata Buya Yahya
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena