SUARA PEKANBARU - Apa boleh kita mengikuti pendapat 4 madzhab dalam suatu permasalahan? simak jawaban Buya Yahya.
Semula ada seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya seputar keempat mazhab, yakni Mazhab Syafi'i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali.
"Bolehkah kita mengikuti keempat mazhab tersebut dalam menentukan hukum, dalam suatu permasalahan, sedangkan pendapat mereka terkadang ada yang berbeda?," demikian bunyi pertanyaannya.
Buya Yahya pun memberikan jawabannya, sebagaimana dilansir pekanbaru.suara.com dari laman resmi buyayahya.org.
Menurut Buya Yahya Imam Madzhab adalah panutan kita dalam urusan hukum, dan sebagai pengikut atau orang yang taqlid.
"Boleh mengikuti siapa saja dari mereka, asal benar cara mengambil, dan mengikutinya, dan itu semua perlu ilmu," kata Buya Yahya.
Namun, Buya Yahya memberikan opsi agar memudahkan seseorang dalam memahami hukum tentang suatu permasalahan yakni dengan menekuni satu mazhab saja.
"Untuk memudahkan kita dalam menjelaskan hukum tentang suatu permasalahan, maka caranya dengan menekuni satu madzhab, baru akan menelaah kepada madzhab-madzhab lain, jika sudah matang dalam satu madzhab," katanya.
Karena, kata Buya Yahya, belajar madzhab yang berbeda-beda amatlah merepotkan untuk menghafal dan mengingatnya.
Baca Juga: 4 Pengobatan Alternatif yang Gemparkan Publik, Ponari sampai Ida Dayak
"Seandainya kita melakukan shalat Dzuhur dengan Mazhab Syafi'i, Ashar dengan mazhab Maliki, Maghrib dengan mazhab Hanbali, kemudian Isya dengan mazhab Hanafi, seperti ini sah-sah saja," kata Buya.
"Akan tetapi siapa yang bisa seperti ini? Tentu orang yang alim dengan empat madzhab," tambahnya.
Di akhir kajiannya, Buya Yahya menegaskan untuk mengikuti satu di antara empat mazhab tersebut, dengan ilmunya.
"Intinya, kita bisa ikut salah satu dari 4 madzhab tersebut asalkan dengan ilmu atau karena petunjuk dari guru yang mengajari kita," kata Buya Yahya.
"Kepada siapapun kita ikut, kita tetap muqallid (orang yang bertaqlid). Hanya cara bertaqlid saja yang harus kita perhatikan, yakni tata krama dengan cara mengikuti pembimbing, dan guru. Wallahu a'lam bish-shawab," ucap Buya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota
-
Thrash: Film dengan Premis Gila yang Menggabungkan Dua Horor Klasik
-
Wali Kota ke Satpol PP Pekanbaru: Jangan Lagi Ada Pungli ke PKL!
-
Polisi Ciduk Pengedar Ganja 6,2 Kilogram di Depok usai Dapat Laporan Warga
-
7 HP Realme dengan NFC Termurah 2026, Mulai Rp1 Jutaan buat Transaksi Digital
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan
-
Pigai Klaim Kematian Prajurit TNI di Lebanon Bukan Isu HAM, Ini Faktanya
-
5 Waktu Terbaik ke CFD Palembang, Nomor 3 Paling Nyaman Tanpa Desakan dan Macet
-
7 Sepeda Tangguh Tahan Banting, Sanggup Angkut Beban Hingga 150 Kg