SUARA PEKANBARU - Momen Lebaran Idul Fitri biasanya menjadi hari spesial dengan tersaji berbagai santapan lezat, mulai dari lontong, opor ayam, rendang hingga kue kering.
Namun, di balik kelezatan aneka hidangan tersebut, tentu saja bisa membuat tubuh menjadi tidak sehat karena banyaknya kandungan lemak, sehingga bisa membuat badan mudah gemuk.
Banyaknya lemak di dalam tubuh, terutama setelah mengonsumsi makanan lebaran akan terjadi penumpukan lemak dalam tubuh akibat berbagai macam makanan yang dikonsumsi.
Nah, agar lemak dalam tubuh pasca lebaran dapat rontok seketika, dr. Zaidul Akbar membagikan tipsnya.
Adapun tips untuk merontokkan lemak dalam tubuh setelah lebaran adalah dengan cara mengatur pola tidur.
Sebab, kelebihan lemak dalam tubuh memang sangat tidak diinginkan bagi sebagian orang yang mengerti kesehatan.
Pasalnya, kelebihan lemak dalam tubuh bisa membuat perut buncit atau bahkan memicu datangnya berbagai penyakit.
Menurut penggagas Juru Sehat Rasulullah itu, terdapat waktu tidur malam yang tepat sebagai cara terbaik mengistirahatkan tubuh dari aktivitas sehari-hari.
Tidur dapat membuat tubuh kembali segar, dan energi kembali bertambah agar bisa digunakan untuk beraktivitas.
Baca Juga: Girona FC, Klub Satelit Manchester City yang Bungkam Real Madrid 4-2 di Liga Spanyol
Sebagaimana menurut para ahli, waktu tidur yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah delapan jam.
dr. Zaidul Akbar mengatakan, waktu tidur malam yang paling baik adalah setelah shalat Isya.
"Selain menjadi kebiasaan Nabi SAW, ternyata tidur malam setelah sholat Isya juga sangat baik untuk kesehatan, dan sudah terbukti secara ilmiah," kata Zaidul Akbar.
"Nabi SAW ba'da (setelah) Isya tidur, malam nanti bangun, ternyata barulah sains sekarang menunjukkan bahwa mulai dari Isya sampai jam 12, jam 1 mulai terjadi pick," tambahnya.
"Satu pick penaikan atau kenaikan satu hormon dikenal dengan growth hormon," lanjut dr. Zaidul Akbar mengutip kanal YouTube Bisikan.
Jika growth hormon yang meningkat akan membakar lemak. Tetapi, apabila terjadi kenaikan berat badan, hal itu diakibatkan karena waktu tidurnya yang kurang, sehingga growth hormon tidak keluar.
"Growth hormon itu kalau meningkat pak bu sekalian, maka otomatis apa? dia membakar lemak," kata dr. Zidul Akbar.
"Jadi banyak orang berat badan naik gara-gara apa? tidurnya kurang. Karena apa? karena growth hormonnya gak keluar," tambah Zaidul Akbar. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Sassuolo Kalahkan Udinese 2-1, Fabio Grosso Minta Kaki Jay Idzes Cs Tetap Injak Tanah
-
Penampilan Putri Virgoun saat Jalan Bareng Inara Rusli Disorot: Emaknya Takut Kalah Cantik
-
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat untuk Wilayah Jakarta dan Bogor Hari Ini
-
OCBC NISP Belum Mau Spin Off Unit Usaha Syariah, Ini Alasannya
-
Hasil Serie A Italia: Penyelamatan Krusial Emil Audero Bikin Pemain Genoa Frustasi
-
JETOUR X70 Plus Pilihan SUV 7 Seater dengan Harga 360 Jutaan
-
Menhub Beberkan Gunanya Sistem Kerja Fleksibel saat Mudik Lebaran
-
Mawar Merah dan Kaktus yang Berhati Besar
-
Harga Emas Antam Turun di Libur Panjang, 1 Gram Dipatok Rp 2,94 Juta
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health