/
Selasa, 23 Mei 2023 | 06:25 WIB
Penyerang saya Real Madrid Vinicius Junior. Vinicius Junior mendapatkan chants rasis dari supporter Valencia. (Suara.com/AFP.)

SUARA PEKANBARU – Rasisme merupakan hal yang memalukan, dan sangat tidak terpuji di dalam sepak bola.

Namun, nyatanya di sepak bola modern ini rasisme masih saja dilakukan oleh beberapa oknum supporter bahkan pemain sekalipun.

Hal ini kembali terjadi usai Real Madrid menelan kekalahan dari tuan rumah Valencia pada laga tandang Minggu, (21/5/2023), dengan skor akhir 1-0 untuk kemenangan Valencia.

Laga ini menuai kontroversi, di mana seorang winger kiri Real Madrid yaitu Vinicius Junior atau akrab disapa Vini mendapat nyanyian rasis dari supporter Valencia.

Bahkan, supporter Valencia melakukan hal tak terpuji itu dari menit 20 sejak pertandingan dimulai.

“Sejak menit ke-20 sudah ada suara nyanyian rasis. Jika vini mengatakan dia tidak akan bermain lagi, saya akan meninggalkan lapangan bersamanya,” ujar Courtouis, rekan setim vinicius junior.

Sayangnya, bukan hanya kali ini saja Vini mendapatkan nyanyian rasis terhadap dirinya, di laga-laga sebelumnya ia juga sering kali mendapatkan nyanyian rasis itu. Ia menganggap rasisme itu normal di La Liga.

“Ini bukan yang pertama, bukan yang kedua dan bukan yang ketiga. Rasisme normal di La Liga. Kompetisi menganggapnya itu normal, begitu juga Federasi dan lawan mendukungnya," kata dia.

"Kejuaraan yang dulunya milik Ronaldinho, Ronaldo, dan Messi, hari ini milik kaum rasis," tambah winger kiri Real Madrid di akun instagram miliknya.

Baca Juga: Klasemen Liga Italia usai Juventus Kena Pengurangan 10 Poin, Duo Milan Diuntungkan

Rekan-rekan seprofesinya seperti Romelu Lukaku, Duckes Nazon, Andres Alves dan masih banyak lainnya mendukung Vini atas perlakuan rasisme yang dilontarkan terhadap dirinya.

Bagaimanapun, segala bentuk rasisme tidak dibenarkan dalam hal apapun. (*)

Load More