SUARA PEKANBARU - Bripka Andry Darma Irawan mengaku berani angkat bicara terkait setoran yang diminta atasannya setelah disuruh oleh Propam Polda Riau.
Andry mengungkapkan, pihak Propam memerintahkannya untuk membuka, dan membongkar masalah atasannya yang meminta uang hingga ratusan juta rupiah.
"Buka saja Andry kasus ini, kata Propam. Makanya saya berani," kata Bripkan Andry.
Selang beberapa bulan, Bripka Andry pun membuka masalah tersebut. Tetapi, belum ada langkah lebih lanjut dari Propam Polda hingga akhirnya ia memutuskan untuk menyampaikannya dengan Kapolda Riau.
"Saya mencoba menghubungi Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, dan dipanggil, tapi laporan tentang saya sudah jelek, dan saya sudah tidak tahu ke mana harus bercerita lagi," kata Bripka Andry.
Dikatakan Andry, dirinya sudah membulatkan tekad, dan siap apapun yang terjadi untuk mengunggah permasalahan tersebut di media sosial.
"Sudah 15 tahun saya berdinas, saya tidak ingin ada Andry lainnya di kemudian hari. Biarlah saya yang menjalani dengan keluarga, dan jangan sampai menimbulkan konflik baru," katanya.
Sebagai informasi, sebelumnya di media sosial sempat dihebohkan dengan cerita seorang personel Brimob Polda Riau, yang mengaku dimutasi tanpa alasan yang jelas.
Selain itu, anggota polisi yang mengaku bernama Bripka Andry Irawan, dan bertugas di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau di Manggala Junction Rokan Hilir ini juga diminta mencari uang oleh sang atasan.
Baca Juga: Jokowi Bakal Resmikan LRT Jabodebek dan Kereta Cepat 18 Agustus 2023
"Saya dimutasi demosi tanpa ada kesalahan dari Batalyon B Pelopor ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru," tulis akun @andrydarmairawan07.2.
Saat itu, Propam Polda Riau tengah mendalami kasus curhatan Bripka Andry yang viral di media sosial.
Selain itu, diketahui Kompol Petrus Hottiner Sima, yang merupakan atasan Bripkan Andry yang diduga menerima setoran uang tersebut telah dicopot sejak Maret.
"Ada delapan orang yang sudah kita periksa untuk dimintai klarifikasi perihal setoran itu. Jadi, kasusnya sedang ditindaklanjuti," kata Kabid Propam Polda Riau, Kombes Pol Johanes Setiawan.
"Terkait setoran ini masih didalami, nanti pembuktiannya ada di sidang," tambahnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak