SUARA PEKANBARU - Komisi Pemilihan Umum atau KPU RI berencana menghapus Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK).
Dalam peraturan KPU (PKPU) tentang Dana Kampanye Pemilu 2024, jika dihapuskan justru akan membuat Pemilu semakin liar.
Sebagaimana ditanggapi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah. Ia juga menilai bisa membahayakan demokrasi Indonesia.
"Pesta akan semakin liar. Dan tentunya akan sangat bahaya bagi demokrasi di Indonesia," kata Fahri Hamzah, Rabu (14/6/2023).
Fahri Hamzah mengatakan, audit dana kampanye sangat penting dalam menentukan fair atau tidaknya pemilu.
Dikatakan Fahri, dana pemilu adalah satu di antara faktor penentu utama kemenangan dalam pesta demokrasi tersebut.
"Bahkan, kalau tidak dikontrol dan dibatasi, maka uang bisa bisa menjadi sebab kemenangan utama, terutama untuk money politics atau politik uang," kata dia.
Guna menghindari politik uang, kata Fahri, ada tiga cara pembiayaan, yakni 100 persen dibiayai negara, dibiayai oleh fully by market atau sepenuhnya dibiayai pasar, dan pembiayaan dengan sistem hybrid.
"Pembiayaan yang dibiayai 100 persen oleh negara ini, untuk mengantisipasi keterlibatan dari tim dirty money, dan ilegal money ke dalam pemilihan di pemilu, dan partai politik," kata Fahri.
Lebih lanjut, Fahri menyatakan, lebih ekstrem lagi adalah dibiayai oleh fully by market atau sepenuhnya oleh pasar, seperti yang terjadi di Amerika Serikat.
Tetapi, Fahri Hamzah menyarankan, harus ada regulasi yang ketat agar dana yang dikumpulkan untuk kegiatan pemilu tidak boleh jatuh kepada pembiayaan pribadi.
"Sedang pembiayaan dengan sistem hybrid, sepertinya kita ingin memakai ini. Tapi, regulasinya itu tidak ketat, sehingga pelibatan uang ilegal di dalam pemilu di kita itu masih terlalu ketat, terutama yang tidak disadari adalah pembiayaan pemilu berbasis kepada uang pribadi," katanya.
Sebelumnya, Anggota KPU Idam Holik menerangkan alasan terkait dihapusnya LPSDK pada Pemilu 2024.
Menurut Idam, hal itu tidak diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Penghapusan ini juga dinilai bersinggungan dengan masa kampanye Pemilu 2024. Singkatnya, masa kampanye mengakibatkan sulitnya menempatkan jadwal penyampaian LPSDK. (*)
Berita Terkait
-
Keris Jalak Murai Akhiri Pertemuan Partai Golkar Solo dengan PKS, Sekar Tandjung: Jadikan Pemilu 2024 Menyenangkan
-
KPU Hapus Laporan Sumbangan Dana Kampanye, Fahri Hamzah: Pesta Akan Makin Liar, Bahaya buat Demokrasi!
-
Jelang Pemilu 2024, Wakapolri Minta Respons Cepat Aduan Yang Meresahkan Masyarakat
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah