/
Minggu, 18 Juni 2023 | 19:53 WIB
Ilustrasi pengamatan hilal jelang sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1444 H atau Hari Raya Idul Adha 2023. (Suara.com/Alfian Winanto)

SUARA PEKANBARU - Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah diperkirakan jatuh pada 29 Juni 2023 berdasarkan posisi hilal.

Anggota tim Hisab Rukyat Kemenag, Ahmad Izzudin menyampaikan, bahwa posisi hilal awal Dzulhijjah 1444 H masih di bawah kriteria MABIMS.

Kriteria yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), kata Izzudin, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

"Di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal pada 29 Zulqaidah 1444 H sudah berada di atas ufuk," kata Izzudin, Minggu, (18/6/2023).

"Namun demikian, masih berada di bawah kriterian imkanur rukyat MABIMS," tambahnya, saat menyampaikan pemaparan mengenai posisi hilal menjelang sidang isbat penetuan awal Dzulhijjah 1444 H di Kantor Kemenag.

Sementara itu, menurut Izzudin, pada saat Magrib tanggal 18 Juni 2023 posisi bulan di Indonesia tingginya 0 derajat 20 menit sampai 2 derajat 36 menit dengan sudut elongasi 4 derajat 40 menit sampai 4 derajat 94 menit.

"Melihat data itu, maka pada hari Ahad, 18 Juni 2023, di seluruh wilayah Indonesia, menurut kriteria imkan rukyat baru MABIMS secara teori (hilal) diprediksi tidak dapat teramati," katanya.

Izzudin menyampaikan, jika data tersebut dikaitkan dengan potensi rukyatul hilal secara astronomis atau hisab.

Maka, dimungkinkan awal bulan Dzulhijjah jatuh pada Selasa, 20 Juni 2023, atau Idul Adha jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023.

Baca Juga: 3 Hal yang Perlu Diperbaiki Timnas Indonesia Jelang Jajal Kekuatan Argentina

Meski begitu, penetapan awal Dzulhijjah akan ditetapkan dalam sidang isbat. (*/ANTARA)

Load More