/
Selasa, 10 Oktober 2023 | 11:54 WIB
Konflik Israel Palestina menimbulkan Perang Israel Palestina di Jalur Gaza. (Mohammed ABED / AFP)

SUARA PEKANBARU - Berita terbaru mencatat bahwa serangan udara militer Israel ke Jalur Gaza semakin intensif dan masif. 

Dalam laporan militer Israel, disebutkan bahwa dalam waktu singkat, tepatnya 3 jam, 130 aset kelompok Hamas berhasil dihancurkan. 

Meski begitu, Palestina membantah klaim tersebut, menyebutkan bahwa lebih dari 1000 target telah hancur akibat serangan Israel.

Berdasarkan informasi dari tvOneNews pada Selasa, 10 Oktober 2023, kelompok Hamas terus melancarkan serangan roket ke wilayah Israel, yang ditandai dengan bunyi sirine peringatan di selatan negara itu. 

Akibat konflik ini, korban tewas dilaporkan mencapai lebih dari 1300 orang, melibatkan warga dari kedua belah pihak.

Pihak Israel juga melaporkan angka korban, menyatakan bahwa sekitar 800 orang tewas dan lebih dari 2000 lainnya mengalami luka-luka, termasuk hampir 400 orang dengan luka berat. 

Sementara itu, di pihak Palestina, lebih dari 500 orang dilaporkan tewas, dan ribuan lainnya mengalami luka.

Salah satu kamp pengungsian di Jalur Gaza menjadi sasaran serangan udara Israel, memaksa warga setempat dan petugas angkatan darat di pangkalan tersebut berusaha menyelamatkan diri. 

Situasi semakin rumit dengan adanya serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang mengakibatkan kerusakan bangunan dan kendaraan, bahkan menewaskan salah satu staf rumah sakit bernama Abu Romzi.

Baca Juga: Make up Sederhana Cocok Buat Pamer Harian, Tap-Tap Sedikit, Hasilnya Bikin Suami Ogah Lirik Wanita Lain

Serangan roket Israel terus terjadi, menyerang blok perumahan dan gedung apartemen yang dihuni warga sipil di Gaza Palestina. 

Pihak militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut sebagai balasan atas aksi para pejuang Hamas. 

Serangan udara ini tidak hanya merusak perumahan dan infrastruktur, tetapi juga menelan korban jiwa, termasuk puluhan anak-anak, dengan total korban tewas lebih dari 400 orang.

Kondisi ini membuat Israel berada dalam keadaan siaga perang, dan situasi semakin tegang di kawasan tersebut. (*)

Load More