/
Kamis, 09 Maret 2023 | 16:43 WIB
Anggota Komisi A DPRD Ponorogo usai menggelar rapat dengar pendapat dengan BKPSDM dan Dispertahankan ((ponorogo.suara.com/dedi.s))

Ponorogo.suara.com - Petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian Swadaya di Kabupaten Ponorogo menjadi incaran pelaku tindak pidana penipuan.  

sejumlah anggota PPL Pertanian Swadaya di 4 Kecamatan (Jenangan, Bungkal, Sawoo, Balong) melaporkan telah dihubungi oleh orang yang mengaku pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ponorogo yang dapat meloloskan petugas PPL menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dengan jalur pemberkasan tanpa tes dengan imbalan Rp 1,7 juta sampai Rp 2 juta. 

Kepala Dispertahankan Ponorogo Masun menjelaskan, para petugas PPL pertanian Swadaya yang mendapatkan telepon tersebut langsung mengklarifikasi ke instansi terkait dan mengetahui bahwa iming-iming tersebut adalah penipuan belaka. 

Masun menambahkan, diketahuinya kontak telphone para petugas PPL Pertanidan Swadaya diduga berasal dari kebocoran Aplikasi Simluhtan.

“Penyuluh swadaya kan terdaftar di simluhtan ya, jadi kapan dia terdata sebagai penyuluh swadaya, dan dimungkinkan memang ada kebocoran data dari aplikasi ini”

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Ponorogo Mukridon Romdloni mengatakan, pemanggilan BKPSDM dan Dispertahankan ini, untuk mengklarifikasi kebenaran adanya oknum calo yang menghubungi PPL Pertanian. 

" Jadi kita panggil untuk mengklarifikasi hal itu. Apalagi tahun ini Pemkab memang membuka rekrutmen P3K," ujar Politisi Nasdem ini. 

Murkrid mengaku, untuk memastikan proses rekrutmen P3K tahun ini tanpa praktik percaloan, pihaknya akan melakulan pengawalan penuh mulai dari awal hingga pengumuman kelulusan nanti. 

" Kita tidak mau terjadi lagi seperti 2021 lalu. Komisi A akan tetap mengawal proses rekrutmen," tekannya. 

Baca Juga: Puaskan Fantasi Seks, Terkuak Motif Sopir Pajero Buka Sunroof sambil Onani di Bawah JPO Halte TransJakarta Jaksel

Load More