Ponorogo.suara.com - Sidang kasus Penganiyaan hingga mneyebabkan kematian terhadap santri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Kembali di gelar dalam agenda tuntutan terhadap kedua terdakwa.
Untuk sidang dengan terdakwa IH (17) yang masih dibawah umur, persidangan digelar dengan secara tertutup, sementara untuk sidang dengan terdakwa MFA (18) persidangan digelar secara terbuka untuk umum.
Dari pengamatan ponorogo.suara.com jejaring media suara.com selama persidangan, terdakwa hanya bisa menundukan kepala saat Jaksa membacakan poin point tuntutan dari yang meringankan hingga memberatkan. Menurut jaksa, yang meringankan terdakwa, selama persidangan terdakwa bersifat sopan dan juga sudah meminta maaf kepada keluarga korban.
Bagas Prasetyo Utomo, Selaku Jaksa Penuntut Umum mengatakan, untuk terdakwa MFA, Kejaksaan menuntut terdakwa 12 tahun penjara dengan denda 1 miliyar rupiah subsider 3 bulan penjara. Tuntutan ini lebih rendah 3 tahun dibanding ancaman maksimal sesuai pasal 80 dengan hukuman 15 tahun penjara.
Sementara untuk terdakwa IH (17), karena terdakwa masih dibawah umur, jaksa menuntut hukuman pidana 5 tahun penjara serta pengganti denda dengan mengikuti pelatihan kerja di dinas sosial (dinsos) selama 6 bulan.
“Tuntutan kedua terdakwa lebih rendah daripada ancaman hukuman sesuai pasal 80. Maksimalnya kan 15 tahun, kami tuntut 12 tahu penjara serta denda 1 milyar. Untuk yang dibawah umur memang maksimalnya separuhnya atau 7,5 tahun kami tuntut 5 tahun dengan pengganti denda wajib mengikuti pelatihan di dinsos selama 6 bulan.,” kata Bagas.
Bagas menambahan, tuntutan tersebut berdasarkan pertimbangan dari keterangan 14 saksi yang didengarkan secara keseluruhan oleh terdakwa, Keterangan alat bukti dan keterangan ahli. Selain keterangan saksi, dihadirkan pula bukti surat rekam medis RS Yasfin Gontor tertanggal 22 Agustus 2022 atas nama korban Albar Mahdi.
penasehat hukum MFA, Zul Efendi Manurung mengatakan pihaknya akan melakukan pledoi dalam sidang selanjutnya. Menurutnya, tuntutan jaksa sangat berat mengingat salah satu terdakwa hanya dituntut 5 tahun dengan usia lebih muda setahun dibanding kliennya
“Sesuai terjadi, ini seolah-olah eksekutornya klien kami, hanya selisih beberapa tahun, kasian kan. Kami akan tetap berusaha untuk meringankan putusan hakim nanti,” bebernya.
Sementara Juru Bicara Gontor, Ahmad Saifulloh menjelaskan bahwa kejadian yang sedang disidangkan menjadi pelajaran yang berharga untuk terus berbenah diri melakukan berbagai macam perbaikan. Untuk menaikan kualitas pendidikan di gontor khususnya sistem kepengasuhan santri.
“Pondok Gontor tegaskan komitmen sejak awal dukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Marilah hormati bersama-sama pesantten bagian dari sistem pendidikan di Indonesia , tidak di ruang hampa harus tunduk dan patuh pada hukum yg berlaku. Sejak awal kooperatif, mendukung sepenuhnya,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ini Dia Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang Lahirkan Generasi Amanat: Yudisiumkan 2040 Santri
-
Lebih Dekat dengan Spiritualitas Ramadhan: Santri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Berkarya dengan Hiasan Dinding Kaligrafi
-
Kisah Inspiratif Santri Gontor: Menjaga Iman dan Ketaatan di Bulan Ramadhan dengan Menunda Pulang Liburan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi