Bulan Ramadan 1444 Hijriyah menjadi bulan penuh perjuangan bagi santri Pondok Darussalam Gontor Ponorogo khususnya Bagi santri yang duduk dibangku kelas 5 atau setara kelas 2 SLTA.
Tidak hanya harus berjuang menahan lapar dan dahaga dalam melaksanakan ibadah Puasa Ramadan, para pelajar juga harus menahan rindu kepada orang tua karena harus menjaga amanah untuk tetap bermukim di pondok di tengah libur ramadan.
Muhammad Fajar santri kelas 5C asal Tasikmala Jawa Barat mengungkapkan, perjuangan yang berat adalah menahan rindu kepada orang tua khususnya ibu karena mendapat amanah dan tanggung jawab menjadi pengurus pondok.
"Saya tidak ketemu orang tua kami kangen sekali, karena kami disini bermukim menjaga pesantren dan menjadi pengurus Kantin saat Ramadhan disini. Saya juga mendoakan semoga Ibu dan Bapak dirumah sehat selalu," ungkap Fajar.
Sementara Bintang Dwi Jaka Permana santri kelas 5S yang harus mengisi libur ramadan dengan tetap bermukim di pondok mengaku bisa ikhlas dan bertanggung jawab dalam menjaga amanah untuk menjadi panitia kegiatan
"Alhamdulillah saya di Pondok sekarang menjadi panitia Takjil, yang setiap harinya saya membagikan takjil kepada santri- santri yang bermukim disini," ungkap Bintang santri asal Gresik, Jawa Timur.
Sementara Ahmad Ja'fas santri asal Malang Jawa Timur mengatakan, bahwa dengan adanya kegiatan mukim di Pondok saat Bulan Ramadhan saat ini dapat membantu Pondok.
"Alhamdulillah kami disini banyak sekali kegiatan, akan tetapi kami suka kangen dengan orang tua dan suasana di Kampung Halaman. Yang biasanya kami saat Bulan Ramadhan bisa liburan di Rumah tetapi tahun ini tidak. Insyaallah kita akan pulang ke Kampung Halaman nanti dengan status kami menjadi Alumni Aminnn ya Allah," ungkap Ahmad Ja'fas santri kelas 5H.
Ustadz Adi Bagus selaku pengurus bagian pengasuhan santri mengatakan, bahwa santri kelas 5 di Gontor saat ini sedang menjadi panitia Bulan Ramadhan.
"Sekarang kelas 5 yang bermukim di Pondok saat ini menjadi panitia Bulan Ramadhan, sampai nanti mereka 1 tahun tidak berlibur ke rumah," jelas Ustadz Adi Bagus.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Mulai Juni 2026, Potongan Aplikasi Ojol Tak Boleh Lebih dari 8 Persen
-
4 Shio yang Hidupnya akan Lebih Baik dan Beruntung Pekan Ini
-
Pembangunan 357 Huntap Rampung, Penyintas Bencana Bersiap Tinggalkan Hunian Sementara
-
Benarkah Orang yang Belum Akikah Tidak Boleh Kurban? Ini Ketentuannya
-
Juri Cerdas Cermat Empat Pilar Keliru Beri Nilai, Waket MPR Minta Maaf: Kami Evaluasi Total
-
Nyali Teruji Sakit Dihadapi: Drama Skuad Honda pada ARRC 2026 di Sirkuit Buriram Demi Merah Putih
-
Profil Timnas Irak: Singa Mesopotamia yang Siap Mengaum di Piala Dunia 2026
-
Dari Murah ke Flagship, Ini 8 Tablet Xiaomi Terbaik 2026
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Grace Natalie Siap Tanggung Jawab Buntut Video JK: Tak Ada Pelanggaran Hukum