Suara Ponorogo – Puluhan warga korban tanah gerak yang tinggal di pengungsian Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo Jawa Timur terpaksa Kembali ke rumah yang berada di Kawasan zona merah untuk bisa merayakan Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriyah.
Kepala Desa Tumpuk Imam Sulardi, menuturkan, setidaknya ada 20 KK warga yang nekat pulang ke rumah di kawasan berisiko tinggi demi untuk merayakan lebaran bersama anak dan istri
Imam menjelaskan, pihak Kelurahan memberikan ijin untuk sebagian pengungsi yang merayakan lebaran di rumah masing masing karena kondisi saat ini sudah musim kemarau dan tidak ada pergerakan tanah lagi di lokasi zona merah
“karena tidak ada hujan, kayaknya aman, kalau hujan lebat warga yang mau pulang tidak diijinkan pulang kerumah di Kawasan zona merah” ungkapnya kepada suara.ponorogo.com jejaring media suara.com, Selasa (25/4/23)
Imam menekankan, pengungsi yang pulang ke rumah di Kawasan Zona merah tidak semuanya diijinkan, petugas kelurahan juga harus memastikan bahwa bangunan rumah pengungsi yang terdampak tanah gerak tidak dalam kondisi berbahaya
“ya mereka yang pulang, kondisi rumahnya masih aman tidak dalam kondisi miring, pecah atau hampir rubuh, jadi diijinkan pulang.” Tambahnya.
Meski mendapatkan ijin dari pihak Desa, Imam memastikan untuk warga yang sementara menempati bangunan di zona merah, tidak diperkenankan menerima tamu selama perayaan Idul Fitri.
Seperti diketahui, sudah 2 bulan lamannya, 39 KK warga terdampak tanah gerak di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo menempati bangunan pengungsian bekas Sekolah TK sambil menunggu bangunan Relokasi yang dibangun Pemerintah selesai dikerjakan.
Dalam bangunan pengungsian tersebut, tidak hanya ditempati warga dewasa, tetapi juga ditempati anak-anak keluarga Pengungsi.
Baca Juga: Dijuluki Tukang Kebun di Madrid, Xavi Hernandez: Saya Anggap Itu Lelucon, Biarkan Saja
Warga berharap, pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dapat segera terealisasi agar warga terdampak dapat hidup normal Bersama anak dan istri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Lionel Scaloni Dihadapkan Dilema Pemilihan Striker Jelang Argentina vs Austria
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Ada Jakarta! U-Know TVXQ Bagikan Jadwal Tur Konser Solo Perdana di Asia
-
BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman
-
BRI RO Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun per Mei 2026, 250 Ribu UMKM Terima Manfaat
-
Bukan GBK, Ini Pertimbangan PSSI Jadikan Pakansari Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria
-
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi, Ahmad Luthfi Tekankan Penguatan Pembiayaan
-
5 Krim Cysteamine Rekomendasi Ahli Kecantikan untuk Atasi Flek Hitam di Wajah
-
Adu Skutik 125cc: Kawasaki Brusky Jual Desain 'Vario Old', Yamaha FreeGo Pamer Bagasi Setara NMAX