Suara Ponorogo - Pemerintah pusat telah memutuskan untuk tidak melaksanakan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini di Kabupaten Ponorogo. Keputusan tersebut merupakan bagian dari prioritas pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang diatur dalam Surat Edaran (SE) Menpan-RB tertanggal 14 Maret lalu.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, Andi Susetyo, menjelaskan bahwa pengadaan CPNS tahun ini hanya akan dilakukan di tingkat kementerian dan lembaga, serta sekolah kedinasan.
Sementara itu, pengadaan PPPK akan menjadi prioritas utama untuk daerah Ponorogo. Pihak BKPSDM telah mengajukan usulan kebutuhan PPPK ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dengan total 980 formasi. Bupati Ponorogo telah menandatangani usulan tersebut dan mengirimkannya pada tanggal 5 Mei lalu.
Andi menambahkan bahwa jumlah usulan formasi PPPK sesuai dengan pemetaan honorer yang bekerja di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Rinciannya adalah 251 formasi untuk guru, 453 formasi untuk tenaga kesehatan (nakes), dan 276 formasi untuk tenaga teknis. Usulan ini mencakup jumlah honorer yang telah bekerja di seluruh OPD di Kabupaten Ponorogo.
Meskipun usulan telah diajukan, pihak BKPSDM masih menunggu keputusan pusat terkait jumlah formasi yang akan disetujui. Saat ini, mereka tengah menantikan jawaban resmi terkait waktu pelaksanaan, tata cara, dan mekanisme seleksi. "Kami masih menunggu informasi dari pusat mengenai jumlah formasi yang akan disetujui," kata Andi.
Andi berharap agar seluruh usulan formasi PPPK disetujui oleh pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan usulan tersebut mencakup honorer yang telah mengabdi selama bertahun-tahun. Selain itu, pengadaan PPPK juga diharapkan dapat mengatasi kekurangan CPNS setiap tahun yang semakin berkurang akibat pensiun. "Kami berharap ada regulasi khusus mengenai rekrutmen PPPK ini, sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah honorer terkait rencana penghapusan honorer," harapnya.
Dengan pengadaan PPPK sebagai alternatif pengganti CPNS di Ponorogo, diharapkan masalah kekurangan pegawai di sektor pemerintahan dapat teratasi.
Selain itu, adanya regulasi yang jelas mengenai rekrutmen PPPK akan memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi honorer yang telah lama mengabdi serta memenuhi kebutuhan pegawai di OPD Ponorogo.
Baca Juga: Inara Rusli Kunciin Virgoun di Luar Rumah, IbundaGeram: Mulutmu Jangan Kepinteran!
Tag
Berita Terkait
-
Pemeriksaan LKPJ Bupati Ponorogo 2022: Sorotan DPRD pada Penumpukan Sampah TPA Mrican yang Mengkhawatirkan
-
Skandal Korupsi Mengguncang: Kepala Bea Cukai Makassar Tersangka dan Dicekal ke Luar Negeri! Temukan Detail Terkini di Sini
-
Partai Politik Berlomba-lomba Daftar Bacaleg di Pemilu 2024 Ponorogo, Total 658 Orang Terdaftar!
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Budaya LGBT Jadi Ancaman Negara, Mensesneg Beri Kode Bakal Ada Pembatasan Konten
-
3 Sampo Penghitam Rambut yang Bagus di Official Store Shopee, Solusi Instan Tutupi Uban
-
Bobby Rizaldi dan Kasus Audit BPK Muara Enim, Eks Staf Ahlinya Jadi Tersangka
-
Serangan Terbaru AS ke Iran Bikin 260 Orang Terluka, 2 Tewas
-
Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya
-
My Troublesome Star: Menggugat Stigma Usia Perempuan dalam Industri Hiburan
-
11 Bahan Pokok Utama Aman, Bapanas Jamin Harganya Stabil
-
Penyidik Polri Antar Lagi Bukti Kasus Febrie Adriansyah, Ada Bingkai Berbalut Seprai MU
-
Terdakwa Terakhir Kasus Bea Cukai Segera Disidang, KPK Limpahkan Berkas ke Pengadilan Tipikor
-
Pendidikan Dianaktirikan: Mengapa Indonesia Masih Pelit Investasi pada Otak Rakyatnya?