Suara Ponorogo - Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo berhasil mengungkap sindikat pencurian alat pertanian lintas kota yang telah meresahkan warga Ponorogo. Dalam operasi yang dilakukan, polisi berhasil mengamankan dua pelaku yang berasal dari Malang dan Bojonegoro, Jawa Timur.
Kapolres Ponorogo, AKBP Wimboko, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari seorang korban di Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Korban melaporkan kehilangan satu unit traktor yang biasa disimpan di sawah setelah beraktivitas.
Setelah menerima laporan tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan pelaku pertama yang berinisial AS, yang berasal dari Kabupaten Malang. Dari penangkapan AS, petugas melanjutkan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diketahui berinisial S, warga Bojonegoro. Pelaku S bertugas untuk menampung barang curian dari pelaku utama.
"Kasus ini merupakan sindikat yang terus kami kembangkan untuk mengejar pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya," ungkap Kapolres.
Dari tangan kedua pelaku, petugas berhasil menyita satu unit traktor merek Quick, beberapa mesin Diesel dari traktor lainnya, dan sebuah mobil Pick Up merek Grandmax yang digunakan pelaku untuk mengangkut hasil curian. Barang-barang ini diyakini merupakan hasil dari beberapa aksi pencurian yang dilakukan oleh sindikat ini.
Atas perbuatan mereka, kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. Pihak kepolisian akan terus mengembangkan kasus ini dan mengejar pelaku lain yang masih buron.
Kapolres Ponorogo juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap tindakan kriminal, terutama terkait pencurian alat-alat pertanian. Dia mengingatkan agar warga selalu menjaga keamanan dan melaporkan kejadian mencurigakan kepada pihak berwenang.
Pengungkapan sindikat pencurian alat pertanian ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Ponorogo. Keberhasilan Polres Ponorogo dalam mengungkap kasus ini juga menjadi bukti komitmen aparat kepolisian dalam memberantas kejahatan dan melindungi kepentingan masyarakat.
Berita Terkait
-
Ketua DPRD Ponorogo Mengungkap Keprihatinan saat Atap Sekolah Roboh: Langkah Dewan akan Jadi Sorotan
-
Komitmen Atau Kemudahan? Bupati Ponorogo Minta Tenaga Kesehatan PPPK Tetap Setia dengan Tempat Kerja Pilihan
-
Kejadian Tragis di Ponorogo: Atap Bangunan TK Dharma Wanita Ambruk, Langkah Tegas Pemerintah Dibutuhkan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram
-
Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar
-
Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota
-
Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
-
Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi