Suara Ponorogo - Desa Sodong di Ponorogo, Jawa Timur, telah menjadi tempat bersejarah bagi agama Buddha di wilayah tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan Tokoh masyarakat yang juga Ketua Vihara, Suwandi, kita dapat melihat sejarah panjang dan perkembangan agama Buddha di daerah ini.
Kepada ponorogo.suara.com, Suwandi menjelaskan, Sejarah desa Sodong dimulai pada masa ketika wilayah tersebut masih merupakan pedalaman yang belum seperti sekarang.
Pada waktu itu, hanya sedikit penduduk yang tinggal di sana. Namun, pada tahun 50-an, seorang tokoh bernama Mbah Saimin mulai menyebarkan ajaran Buddha di daerah ini dengan tekad yang kuat.
Pada tahun 1969, dibangunlah sebuah vihara sederhana sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha di daerah tersebut. Sejak itu, agama Buddha terus berkembang dan bertahan hingga saat ini.
Mbah Saimin, adalah seorang penduduk asli daerah tersebut. Beliau lahir di Sodong, tetapi sempat bermukim di Wonogiri, Jawa Tengah. Setelah diarahkan oleh seorang biksu dari Wonogiri, Mbah Saimin mulai menyebarkan ajaran Buddha di desa Sodong.
Pada saat itu, agama Buddha masih belum begitu jelas bagi sebagian masyarakat setempat. Namun, seiring berjalannya waktu, agama Buddha semakin berkembang dan menjadi mayoritas di desa tersebut.
Namun, beberapa dekade kemudian, terjadi perubahan dalam tingkat kepercayaan dan keberagaman agama di desa Sodong. Faktor-faktor seperti perkawinan antaragama dan kebebasan beragama individu menjadi penyebab pergeseran ini. Pada tahun 1980-an, jumlah penganut agama Buddha mulai berkurang seiring dengan faktor perkawinan.
Namun, perkembangan ini tidak harus dianggap sebagai kemunduran. Dalam wawancara tersebut, Suwandi menyatakan bahwa perkawinan dan perubahan agama dapat membawa pencerahan baru bagi individu.
Saat ini, agama di desa Sodong lebih relatif dan dipandang sebagai pilihan pribadi masing-masing individu. Banyak yang memilih untuk keluar dari agama Buddha dan memeluk agama lain seperti Islam, dan mereka menikah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.
Baca Juga: Skuad Indonesia di Singapore Open 2023: Ganda Putra Full Team!
Meskipun kebanyakan penduduk desa Sodong adalah etnis Jawa, agama Buddha telah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama beberapa dekade.
Mbah Saimin sendiri telah memulai pembangunan vihara sejak tahun 1965, dan sejak itu, desa Sodong telah memiliki altar Buddha yang menjadi tempat beribadah bagi umat Buddha.
Desa Buddha di Ponorogo ini mencerminkan keberagaman dan sejarah yang kaya. Meskipun terjadi pergeseran dalam penganut agama, desa Sodong tetap menjadi tempat yang penting dalam sejarah perkembangan agama Buddha di Bumi Reog.
Dengan adanya perubahan ini, desa Sodong mengajarkan kita pentingnya penghormatan terhadap pilihan agama dan kebebasan beragama individu dalam masyarakat yang majemuk.
Berita Terkait
-
Pantau Langsung Ibadah Waisak, Kapolres Ponorogo Mengapresiasi Kerukunan Antaragama di Dusun Sodong
-
Perjalanan Jauh Biksu Dari Thailand ke Borobudur: Kaki Terkoyak, Senyuman Tak Pernah Padam!
-
Ponorogo Diguncang Skandal Video Wanita Remaja Tanpa Busana: Orang Tua Korban Dikirimi Video oleh Pelaku, Diduga Pacar Korban
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian