Suara Ponorogo - Listrik telah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat saat ini, dan Ponorogo tidak terkecuali. Namun, kondisi pasokan listrik di daerah ini masih jauh dari mencukupi. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengungkapkan bahwa ada sekitar 4.700 rumah yang saat ini membutuhkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Meskipun pemerintah telah mengalokasikan beberapa titik pemasangan BPBL, kenyataannya masih jauh dari cukup. Pada tahun 2022, hanya ada 700 titik pemasangan BPBL di Ponorogo, dan angka tersebut meningkat menjadi 1.900 titik pada tahun 2023.
Namun, ini tetap jauh dari kebutuhan yang mencapai 4.700 rumah. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dengan harapan, memohon adanya tambahan kuota dari PLN untuk mengatasi masalah ini.
"kebutuhan kami mencapai 4.700 rumah. Oleh karena itu, kami memohon agar PLN dapat menambah kuota pasang listrik baru," ungkap Giri kepada wartawan pada Sabtu (10/6/2023).
Selain kekurangan pasokan listrik di rumah-rumah, kebutuhan listrik di sektor pertanian juga menjadi perhatian. Sugiri Sancoko berharap bahwa PLN dapat memberikan kemudahan dan potongan harga untuk memasang tiang listrik di sawah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas sawah dan mendukung pertanian di daerah ini.
"Kami berharap PLN dapat memberikan kemudahan dan memberikan diskon untuk pemasangan tiang listrik di sawah," terang Giri.
Namun, walaupun PLN tengah melakukan program Electrifying Agriculture di seluruh Indonesia, termasuk di Ponorogo, masalah-masalah terus muncul. Tonny Bellamy, Wakil Presiden Eksekutif PLN, mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan trafo.
Meskipun PLN terus berkomunikasi dengan pabrik trafo untuk memperluas jaringan, hal ini masih belum cukup efektif.
“"Kami terus bekerja sama dengan pabrik trafo agar mereka dapat memproduksi lebih cepat, sehingga kami dapat lebih cepat menjangkau masyarakat," kata Tonny.
Baca Juga: Agar Bisa Bersaing Secara Global, SDM Indonesia Harus Berkarakter Pancasila
Sementara itu, Deny Setyawan, Manager UP3, melaporkan bahwa Ponorogo mendapatkan kuota 700 titik untuk BPBL pada tahun 2022 dan 1.900 titik pada tahun 2023. Pada bulan Juni dan Agustus, pengerjaan pemasangan listrik baru telah selesai dilakukan.
Namun, masih ada kendala dalam hal jaringan listrik. PLN perlu melakukan survei dan validasi yang lebih ketat agar terpenuhi semua kriteria yang dibutuhkan.
Tidak hanya masalah pasokan listrik di rumah-rumah, tetapi masalah air di musim kemarau juga menjadi perhatian.
Deny Setyawan akan berdiskusi dengan para stakeholder untuk menentukan titik mana saja yang membutuhkan listrik dan mengalami kesulitan air di musim kemarau. Hal ini dilakukan agar warga dan sawah tidak mengalami kekurangan air yang dapat merugikan pertanian di daerah ini.
"Kami juga akan berdiskusi dengan kelompok tani mengenai penggunaan pompa air dalam atau submersible, agar distribusi listrik merata dan dapat memenuhi kebutuhan listrik di Ponorogo," tambah Deny.
Dalam kondisi seperti ini, diharapkan pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Ponorogo. Ketersediaan pasokan listrik yang memadai akan berdampak positif pada perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
Terkini
-
5 Fakta Penahanan 2 Direktur BUMN di Sumsel dalam Kasus Korupsi Distribusi Semen
-
Institusi Polri Terguncang! Ini 5 Dosa Besar Eks Kapolres Bima Kota yang Berujung Pemecatan
-
OTT Proyek Irigasi Rp1,6 Miliar Muara Enim, Ada Kaitan dengan Bupati Edison?
-
7 Tempat Bukber Ramah Anak di Palembang, Ada Playground Biar Si Kecil Betah
-
Waspada Modus Gaji Tinggi! Strategi Dedi Mulyadi Bongkar Sindikat TPPO yang Sasar Warga Jabar
-
Bolehkah Makan dan Minum Saat Waktu Imsak? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Dari Visum hingga Gelar Perkara, Begini Alur Penetapan Tersangka Oknum ASN yang Siksa ART di Bogor
-
Buntut Kasus Rasisme Vinicus Jr, Bakal Ada Sanksi Berat untuk Pemain yang Tutup Mulut di Lapangan
-
BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib