Suara Ponorogo - RSU Aisyiyah Ponorogo bekerja sama dengan Lazismu mengadakan sebuah acara khitanan masal yang memberikan waktu fleksibel kepada peserta untuk memilih waktu khitan sesuai dengan kesiapan anak.
Program ini dirancang khusus untuk anak-anak dhuafa yang kurang mampu, dengan tujuan memberikan bantuan yang lebih luas kepada mereka.
Melalui sumber dana zakat yang dikelola oleh Lazismu, program ini berharap dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Ponorogo.
Sunaryo, Ketua Lazismu KL RSU Aisyiyah Ponorogo, menjelaskan tentang pelaksanaan program ini.
Sunaryo mengatakan, "Kami membuat perencanaan selama liburan sekolah. Awalnya, kami merencanakan jadwal dari bulan Juli hingga Desember, tergantung dari permintaan peserta yang ingin khitan. Ternyata, meskipun kami menargetkan satu bulan di bulan Juni-Juli, masih ada peserta yang memilih untuk khitan di bulan Desember."
Pada awalnya, terdapat 25 anak yang mendaftar untuk mengikuti program khitanan masal ini. Namun, jumlah peserta melonjak menjadi 35 anak, tetapi kemudian dipastikan menjadi 34 anak yang akan mengikuti proses khitan.
Kejadian ini menunjukkan antusiasme dan minat tinggi dari masyarakat Ponorogo terhadap program ini.
Muh. Arbangin, Kepala Bagian Humas, Pemasaran Dan Usaha RSU Aisyiyah menambahkan, "Program khitanan masal ini kami buat sefleksibel mungkin agar warga dapat menyesuaikan dengan kondisi anak dan waktu liburan mereka, sehingga mereka dapat menjalani khitan dengan nyaman." terangnya
Selain proses khitan, para peserta juga akan menerima bantuan berupa sembako, paket pakaian baru, dan uang saku. Hal ini bertujuan untuk memberikan dukungan yang lebih komprehensif kepada anak-anak dhuafa yang kurang mampu.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Argentina: Tendangan Geledek Paredes Bawa Albiceleste Unggul di Babak Pertama
Peserta yang mengikuti program khitanan masal ini berasal dari berbagai daerah di Ponorogo, menunjukkan bahwa program ini merata dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.
Arbangin, berharap bahwa program ini dapat terus berkembang di masa depan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Ponorogo.
"Kami berharap agar program ini dari Lazismu dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Ponorogo," tambahnya.
Sumber dana untuk pelaksanaan program khitanan masal ini diambil dari dana zakat yang dikelola oleh Lazismu.
Penggunaan dana zakat yang tepat ini memungkinkan program ini untuk memberikan dampak positif kepada anak-anak dhuafa di Ponorogo.
Diharapkan melalui program khitanan masal yang fleksibel ini, anak-anak dhuafa di Ponorogo dapat menjalani proses khitan dengan nyaman dan mendapatkan dukungan yang luas dari masyarakat sekitar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman