Suara Ponorogo - Petugas dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI-NU) Ponorogo, Jawa Timur, akhirnya berhasil mengevakuasi seekor kera liar yang sering mencuri makanan dan buah-buahan di pekarangan warga setelah melakukan perburuan selama empat hari.
Namun, satu ekor monyet lainnya masih berada dalam keadaan bebas dan terus dalam pengejaran petugas.
Kera tersebut merupakan jenis kera pantai dan sering berkeliaran di sekitar kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.
Selain sering masuk ke dapur warga dan mengambil makanan, kera yang diperkirakan berusia sekitar 5-6 tahun ini juga kerap mengambil buah-buahan dari pohon pisang, singkong, dan mangga di pekarangan rumah warga.
Meskipun kera-kera tersebut tidak mengganggu atau menyerang warga, keberadaan mereka selama dua bulan terakhir telah membuat warga resah, terutama karena wilayah tersebut merupakan daerah padat penduduk.
Samsuri, seorang warga setempat, mengungkapkan, "Sudah lama, mas. Tiga bulan sudah ada. Ini karena kemarau panjang atau gimana, pak? Mulai kemarau panjang ini, di kebun gitu. Iya, kadang-kadang di depan dapur dikasih makan apa gitu. Kadang ngambil tanaman pisang di kebun. Iya."
Petugas LPBI-NU Ponorogo akhirnya berhasil menangkap satu ekor kera pantai setelah memasang jebakan selama empat hari di pekarangan warga yang sering menjadi sasaran kera. Namun, satu ekor kera lainnya masih berkeliaran di sekitar pemukiman warga.
Sofyan Popey, petugas LPBI-NU Ponorogo, mengungkapkan, "Ada laporan warga sekitar sini ke pak RT bahwa mengganggu tanaman di sekitar kampung ini, RT 1 sama RT 2 di Singosaren ini. Ini kemungkinan kera liar yang turun dari hutan karena kehabisan makan atau menurut saya ini kan jauh dari hutan" terangnya
"Ini jenisnya kera pantai. Monyet pantai itu habitatnya di sekitaran pantai, jadi untuk monyet ini dulunya dipelihara oleh orang, kemungkinan lepas dan beranak-pinak karena ada anaknya yang kemarin sekitar 5 hari yang lalu kita tangkap di sekitar sini juga." tambahnya
Baca Juga: Kiprah Lionel Messi di Asia Tenggara: Selalu Batal Main, Terkini Indonesia Jadi Korban
Untuk mengatasi masalah ini, petugas LPBI-NU akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menangkap kera lain yang masih berkeliaran di sekitar pemukiman warga.
Harapannya, evakuasi dan penangkapan kera-kera liar ini dapat mengembalikan ketenangan dan keamanan bagi warga setempat.
Kisah misteri ini masih menyisakan tanya: Bagaimana kera-kera ini bisa berkeliaran di pemukiman warga yang jauh dari habitat alaminya?
Mengapa mereka memilih mencuri makanan dan buah-buahan di pekarangan warga? Mungkin penyelidikan lebih lanjut dapat mengungkapkan alasan di balik perilaku aneh kera-kera ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Malaysia Kutuk Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa, Desak PBB Tindak Rezim Zionis
-
Eks Rider MotoGP Puji Aksi Veda Ega Pratama di Sirkuit Mugello: Balapan Sangat Kacau
-
Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?
-
Negara Rugi Rp361 Miliar, Terbongkar Jaringan Penyelundup Solar Subsidi dari Sulsel ke Kalimantan
-
Tepian Batang Mandau: Saksi Bisu Sejarah Migas, Magnet Wisata yang Hidupkan Ekonomi Warga
-
122 Prodi di Kampus Negeri dan Swasta Ditutup Sepanjang 2026, Menteri Brian Ungkap Alasannya
-
Pemerintah Anugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Kepada Enam Tokoh
-
Barcelona Masih Bimbang, Chelsea Siap Tampung Marcus Rashford dari Manchester United
-
Habiburokhman: Tak Perlu Ada Perlakuan Khusus untuk Dino Patti Djalal
-
Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!