Suara Ponorogo - Warga Dusun Jatisari, Desa Semanding, Jenangan, Ponorogo, di gemparkan dengan dugaan terjadinya tindak pidana pembunuhan yang terjadi di rumah kontrakan salah seorang warga pasca mendengar keributan dan bercak darah di dalam rumah sebelum penghuni kontrakan tersebut pergi.
Ketua RT setempat, Heri Siswanto, mengungkapkan bahwa rumah kontrakan tersebut dimiliki oleh AN, salah satu warga. Seorang individu berniat untuk menyewa kontrakan tersebut satu minggu yang lalu.
"Pada hari Minggu (18/6), ada seseorang yang menyewa di sini. Ketika diminta identitas, dia hanya menyerahkan foto Kartu Keluarga (KK)," ujar Heri kepada wartawan ponorogo.suara.com
Kemudian, pada hari Selasa (20/6), seorang lainnya datang sebagai penghuni kontrakan. Identitasnya juga hanya dikirim melalui foto kepada pemilik kontrakan.
Pada malam Jumat (23/6), tetangga kontrakan mendengar suara permintaan pertolongan.
Ketika tetangga tersebut keluar dari rumah, dia melihat bahwa pintu, jendela, dan gorden rumah telah tertutup. Bahkan lampu juga dimatikan.
"Tetangga ini mendengar suara-suara keras dari dalam rumah, seperti suara berantakan. Kemudian dia mendengar suara orang mendengkur. Setelah itu, tidak ada suara lagi, jadi tetangga ini memutuskan untuk masuk ke dalam rumah," tambah Heri.
Meskipun tetangga tersebut berhasil masuk ke dalam rumah, dia hanya mencoba melihat melalui jendela.
Dia melihat dua orang yang sedang menyeret karpet, sementara orang lainnya menggunakan lampu ponsel sebagai penerangan.
"Karpet itu dimasukkan ke dalam mobil. Kemungkinan itu adalah korban," papar Heri.
Pada hari Sabtu (24/6), pemilik kontrakan memeriksa kondisi rumahnya karena rumah terlihat sepi tanpa aktivitas. Saat masuk ke dalam rumah, pemilik terkejut karena barang-barang pengontrak telah dibawa semua.
"Ketika melihat ke dalam kamar, karpet dan bantal hilang, juga gayung. Di lantai terlihat ada bekas pel yang perlahan. Kemudian, setelah diamati lebih lanjut, ditemukan juga bercak darah," ucap Heri.
Pemilik rumah yang terkejut segera melaporkan kejadian ini kepada Ketua RT setempat. Setelah melakukan pengecekan, memang benar terdapat bercak darah di daun pintu dan lantai.
"Saya datang untuk memastikan apa yang saya lihat. Memang benar ada percikan darah di daun pintu, bekas pel di lantai, banyak tisu. Saya juga melapor ke kamituwo," tegas Heri.
Ketika ditanya mengenai identitas kedua pengontrak, Heri belum dapat memastikannya karena dia khawatir bahwa foto identitas yang diberikan mungkin palsu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
-
Program CSR Berdampak Positif, Pertamina Trans Kontinental Raih Indonesia Penghargaan Best CSR 2026
-
Viktor Axelsen Kritik Sistem Poin 3x15 BWF: Hilangkan Drama dan Taktik di Bulu Tangkis
-
Profil Gus Hilman: Anggota DPR RI Usia 25 Tahun yang Lolos dari Maut di Tol Paspro saat Naik Innova
-
Pertamina Gandeng ERIA Percepat Pengembangan Transisi Energi Berkelanjutan
-
Connect Community: Bergerak dari Kampus, Berdampak bagi Remaja Desa
-
3 Zodiak yang Diprediksi Kehidupannya Lebih Baik dan Sukses Mulai Hari Ini 24 Mei 2026
-
Moisturizer Apa yang Bagus untuk Wajah Kusam? Ini 5 Rekomendasi Produk di Indomaret
-
Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas
-
Dony Oskaria Jewer Manajemen PTPN Buntut Kasus Kakek Mujiran