- Presiden Donald Trump menunda pengeboman Iran dan sepakat merundingkan sepuluh tuntutan negara tersebut guna menghentikan permusuhan bersenjata.
- Trump mengancam menuntut pidana CNN karena menyiarkan laporan bahwa Iran telah meraih kemenangan besar atas Amerika Serikat.
- CNN membela kredibilitas pemberitaannya, menyatakan laporan tersebut diperoleh langsung dari pejabat resmi serta media pemerintah Iran.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah memicu "perang baru" setelah menyatakan gencatan senjata serta menerima 10 tuntutan Iran sebagai dasar perundingan. Perang baru yang dimaksud ialah dirinya melawan sejumlah media, terutama CNN.
Itu setelah Trump melontarkan ancaman keras akan menuntut secara pidana terhadap jaringan berita CNN pada Selasa (7/4) malam waktu setempat.
Sebabnya, CNN memuat laporan pemberitaan yang menyebut Iran telah mencapai "kemenangan besar" atas AS.
Perselisihan ini terjadi hanya beberapa saat setelah Trump secara mengejutkan menunda tenggat waktu pengeboman terhadap Iran selama dua minggu.
Awalnya, Trump memberikan ultimatum kepada Iran hingga pukul 20.00 waktu Washington untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan ancaman mengerikan bahwa "satu peradaban penuh akan mati malam ini" jika tuntutan tersebut diabaikan.
Namun, sekitar 90 menit sebelum tenggat waktu berakhir, Trump merilis pernyataan bahwa AS dan Iran telah setuju untuk merundingkan penghentian permusuhan, yang mencakup pembukaan kembali selat strategis tersebut dan penangguhan pertempuran.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, CNN menerbitkan laporan yang merinci respons dari pihak Teheran.
"Iran mengatakan telah mencapai kemenangan besar dan memaksa AS untuk menerima rencana 10 poinnya, menurut pernyataan dari laporan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran oleh media pemerintah Iran," bunyi unggahan CNN.
Trump Mengancam Investigasi Kriminal terhadap Media
Baca Juga: AS Menyerah Usai 40 Hari Perang, Iran Deklarasi Kemenangan: Tapi Tangan Kami Masih di Pelatuk!
Laporan CNN tersebut memicu kemarahan presiden. Melalui platform Truth Social, Trump menuduh CNN secara sengaja memublikasikan pernyataan yang tidak benar dan mengancam melakukan penyelidikan resmi.
“Pernyataan yang diduga dikeluarkan oleh CNN World News adalah sebuah PENIPUAN, sebagaimana diketahui oleh CNN. Pernyataan palsu itu dikaitkan dengan situs Fake News (dari Nigeria) dan, tentu saja, segera diambil oleh CNN, dan disiarkan sebagai tajuk utama yang 'legit'" tulis Trump.
Ia menegaskan, pernyataan yang dikutip CNN adalah palsu dan memerintahkan jaringan tersebut untuk segera menarik laporannya.
Lebih jauh lagi, Trump mengisyaratkan adanya konsekuensi hukum bagi media tersebut.
“Pihak berwenang sedang berusaha menentukan, apakah telah terjadi tindak pidana kejahatan dalam penerbitan pernyataan palsu CNN World, atau apakah itu dilakukan oleh pemain nakal yang sakit? CNN diperintahkan untuk segera menarik Pernyataan ini dengan permintaan maaf penuh atas 'pelaporan' mereka yang, seperti biasa, sangat buruk,” ujar Trump.
Ia menambahkan bahwa “Hasil investigasi akan diumumkan dalam waktu dekat.”
Berita Terkait
-
AS Menyerah Usai 40 Hari Perang, Iran Deklarasi Kemenangan: Tapi Tangan Kami Masih di Pelatuk!
-
Pakar HI UGM: Gencatan Senjata AS-Iran Buktikan Donald Trump 'Chicken Out'
-
Harga Minyak Dunia Nyungsep usai Trump Tunda Serang Iran, Bagaimana Nasib Harga BBM Hari Ini?
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami