Bola / Bola Dunia
Rabu, 08 April 2026 | 12:29 WIB
Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis. (Dok. Napoli)
Baca 10 detik
  • Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, menyatakan kesiapan melepas Antonio Conte jika ia ingin kembali melatih Timnas Italia.
  • Peluang Conte menjadi pelatih Italia terbuka setelah tim gagal lolos ke Piala Dunia 2026 akibat kekalahan play-off.
  • Federasi Sepak Bola Italia baru akan menentukan pelatih definitif setelah pemilihan presiden federasi berlangsung pada 22 Juni mendatang.

Suara.com - Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, mengaku siap melepas Antonio Conte jika sang pelatih ingin kembali menangani Timnas Italia.

Nama Conte memang mencuat sebagai kandidat kuat pelatih Azzurri setelah kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 usai kalah dari Bosnia dan Herzegovina di babak play-off.

“Jika Antonio meminta kepada saya, saya rasa saya akan mengatakan ya,” ujar De Laurentiis.

Meski demikian, ia menilai situasi di tubuh tim nasional saat ini belum sepenuhnya stabil.

“Namun, mengingat dia sangat cerdas, selama belum ada pihak yang benar-benar serius, dan saat ini belum banyak, dia akan menahan diri untuk membayangkan dirinya memimpin sesuatu yang sepenuhnya tidak terorganisir,” tambahnya.

Jika kembali ke kursi pelatih Italia, Conte akan menjalani periode keduanya setelah sebelumnya menangani tim pada 2014 hingga 2016. Dalam periode tersebut, ia mencatat 14 kemenangan dari 25 pertandingan.

Pencapaian terbaiknya bersama Azzurri terjadi di UEFA Euro 2016 dengan membawa Italia melaju hingga perempat final sebelum disingkirkan Jerman.

Saat ini, Federasi Sepak Bola Italia ( belum akan menunjuk pelatih definitif dalam waktu dekat. Proses penunjukan baru diperkirakan dilakukan setelah pemilihan presiden federasi pada 22 Juni mendatang.

Sambil menunggu keputusan tersebut, Timnas Italia dijadwalkan menjalani dua laga uji coba pada bulan Juni di bawah arahan pelatih sementara.

Baca Juga: Antonio Conte Buka Peluang Kembali Latih Timnas Italia

Situasi ini membuat peluang Conte untuk kembali ke tim nasional masih terbuka, meski keputusan akhir kemungkinan baru akan ditentukan setelah struktur kepemimpinan federasi benar-benar terbentuk.

(Antara)

Load More