SUARA PONOROGO - Kekeringan yang melanda Kabupaten Ponorogo telah memicu respons cepat dari Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo. Mereka telah mengambil inisiatif untuk mendistribusikan air bersih dan bantuan sosial ke sejumlah wilayah yang terkena dampak kekeringan di Kabupaten Bumi Reog.
Dalam usaha mulia ini, Polres Ponorogo telah menyiapkan sebanyak 20 truk tangki air bersih yang dikerahkan ke titik-titik penting di wilayah kekeringan.
Salah satu titik distribusi yang menjadi sorotan adalah Dukuh Sukun di Desa Sidoarjo. Namun, dalam pelaksanaan distribusi di lokasi ini, tim petugas menghadapi tantangan berat.
Kendaraan yang digunakan untuk membawa pasokan air mengalami kesulitan saat melintasi medan jalan yang terjal dan belum mendapat perbaikan dari pemerintah kabupaten setempat.
Wakapolres Ponorogo, Kompol Verawaty Thaib, mengungkapkan bahwa langkah ini juga menjadi bagian dari kegiatan bakti sosial untuk memperingati 28 tahun pengabdian Batalyon Patria Tama Akpol 95.
"Kami memilih air bersih sebagai fokus bantuan karena terdapat data dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) yang menunjukkan ada 26 titik kekeringan sejak bulan Juli, di mana pasokan air telah mengering," ungkap Kompol Verawaty.
"Air merupakan kebutuhan mendasar bagi warga, terutama di kecamatan Slahung, Pulung, dan Balong yang merupakan titik-titik kritis terdampak kekeringan di Ponorogo." terangnya
Lebih lanjut, Wakapolres menjelaskan bahwa distribusi air bersih dan bantuan sosial ini telah menjangkau 16 keluarga (KK) dan beberapa rumah tangga (RT) terjauh di wilayah terdampak.
"Kami telah menempatkan 5 tangki air bersih di desa ini, dengan total 20 tangki yang disebar di seluruh titik yang membutuhkan. Setiap acara bakti sosial, kami berupaya memberikan bantuan yang bermanfaat," tambahnya.
Baca Juga: 4 Usaha Guruh Soekarnoputra Tolak Eksekusi Rumah, Tutup Akses dengan Mobil Angkot dan Bus
Selain distribusi air bersih, Polres Ponorogo juga turut memberikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Distribusi ini dilakukan di 20 titik yang tersebar di wilayah terdampak, termasuk Balong, Slahung, dan Pulung.
Langkah proaktif dari Polres Ponorogo ini diharapkan dapat memberikan bantuan signifikan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, serta menjadi contoh nyata tentang kolaborasi antara pihak berwenang dan masyarakat dalam mengatasi krisis lingkungan.
Berita Terkait
-
Cuaca Panas Picu Kekeringan Parah di Desa Sidoarjo, Kabupaten Ponorogo: Warga Terpaksa Beli Air Untuk Dikonsumsi
-
Peristiwa Mengkhawatirkan: Dampak Cuaca Kering Memicu Kebakaran Hutan dan Lahan Luas di Ponorogo
-
Ibu Hamil 7 Bulan Ditangkap Saat Mencuri Perlengkapan Bayi di Ponorogo: Video Viral di Media Sosial
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026