SUARA PONOROGO - Para petani bawang merah di Kabupaten Ponorogo menghadapi tantangan serius saat musim panen kali ini, dengan harga bawang merah yang tiba-tiba merosot drastis.
Harga bawang merah yang sebelumnya melambung di atas 25 ribu rupiah per kilogram, kini turun tajam menjadi 12 ribu rupiah per kilogramnya. Penurunan drastis ini terjadi dalam waktu satu bulan terakhir, mengirimkan gelombang kekhawatiran ke para petani di daerah ini.
Desa Ringin Putih, Kecamatan Sampung, menjadi salah satu daerah yang terdampak oleh anjloknya harga bawang merah ini. Para petani di desa ini telah mengeluarkan biaya besar untuk proses penanaman, pemupukan, dan perawatan tanaman mereka, yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah.
Namun, dengan harga jual yang jauh lebih rendah dari yang diharapkan, mereka menghadapi risiko balik modal yang sulit diwujudkan.
Salah satu petani, Titik Suharti (55), yang telah berkecimpung dalam dunia pertanian bawang merah selama puluhan tahun, mengungkapkan kekecewaannya terhadap penurunan harga yang tidak sebanding dengan upaya keras yang telah dia dan rekan-rekannya lakukan.
"Ya, secara kualitas hasil panen brambang kali ini cukup bagus, tapi nilainya ga berbanding dengan kualitas. Murah sekali, cuma 12 ribu per kilogram. Sangat murah," ujarnya dengan perasaan kecewa.
Para petani juga merasa bahwa harga bawang merah seharusnya lebih tinggi mengingat hasil panen yang mereka peroleh cukup baik. Dengan anjloknya harga bawang merah ini, harapan untuk meraih untung hingga 30 juta rupiah sekali panen kini lenyap.
Apabila harga tetap rendah seperti saat ini, mereka hanya akan mendapatkan keuntungan sekitar 18 juta rupiah.
Dalam situasi yang sulit ini, petani bawang merah di Kabupaten Ponorogo membutuhkan perhatian dan dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan instansi terkait.
Baca Juga: Gegara Ibunya Sibuk Main TikTok, Balita Asyik Bermain Benda Najis Ini, Bikin Ngelus Dada!
Keberlangsungan mata pencaharian mereka serta kestabilan ekonomi daerah dapat terancam jika harga bawang merah terus menurun. Diharapkan ada langkah konkret yang dapat diambil untuk menjaga kesejahteraan para petani ini dalam menghadapi tantangan ekonomi yang tidak terduga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Rutan Polres Way Kanan Kebobolan, 8 Tahanan Kabur, Ini 7 Faktanya
-
7 Fakta Kasat Narkoba Ditangkap, Diduga Terima Setoran Rp13 Juta dari Bandar Narkoba
-
Hadapi Ketatnya Persaingan BWF, PBSI Segarkan Struktur Pelatih Ganda Putra
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Senin 23 Februari 2026
-
Video Viral Hina Nabi Muhammad SAW Berujung Penahanan, Ini 7 Faktanya
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
7 Rekomendasi Restoran Seafood di Pesisir Lampung untuk Sensasi Bukber Berbeda
-
Viral Cewek Ingin Jadi LC, Langsung Dapat Nasihat Logis dan Menohok Ini