SUARA PONOROGO – Musim kemarau yang mendera Kabupaten Ponorogo rupanya menjadi anugerah bagi para petani tembakau yang tersebar di berbagai Kecamatan di Bumi Reog.
Fenomena ini membawa dampak positif pada kualitas tanaman tembakau yang akan segera dipanen pada bulan Agustus ini.
Para petani meyakinkan bahwa kadar air yang rendah dalam tanaman hasil dari kelompok tumbuhan genus Nicotiana, yang daunnya digunakan dalam produksi rokok, menjadi penyebab utama kualitas terbaik ini.
Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto, dengan tegas menyatakan bahwa hasil panen tembakau di wilayahnya diperkirakan akan naik signifikan berkat kualitas yang luar biasa ini.
"Alhamdulillah, musim kemarau tahun ini memberikan dampak positif bagi para petani tembakau di Desa Tatung," ungkap Rudi Sugiart, Jumat (4/8/23).
Rudi menjelaskan bahwa Desa Tatung memiliki 75 hektare lahan pertanian yang difokuskan untuk menanam tembakau.
Jika kondisi cuaca tetap stabil, potensi hasil panen dari lahan ini dapat mencapai angka mencolok, yakni 200 ton. Selain itu, harga tembakau tahun ini menunjukkan variasi yang cukup tinggi.
Dalam hal kisaran harga, daun tembakau bagian bawah diperdagangkan sekitar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Sementara itu, daun tembakau bagian atas memperoleh nilai yang lebih tinggi, yakni mencapai kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Rudi menambahkan,
"Harga yang cukup menggiurkan, terutama bagi daun tembakau bagian atas yang bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram pada tahun ini. Pada tahun sebelumnya, harga hanya mencapai Rp30 ribu per kilogram."
Baca Juga: Putri Anne Pamer Tato Baru Gambar Awan Hujan, Bermakna Kesedihan yang Mendalam?
Dalam hal pemasaran, para petani di Desa Tatung tidak menghadapi kendala berarti. Mereka telah menjalin kerja sama yang solid dengan perusahaan tembakau terkemuka.
Pendapat yang serupa juga diungkapkan oleh Sarengat, salah satu petani tembakau berusia 54 tahun di Desa Tatung.
Sarengat menegaskan bahwa kualitas tembakau tahun ini jauh lebih superior dibandingkan tahun sebelumnya yang terpengaruh oleh curah hujan yang tinggi, menyebabkan kegagalan panen pada waktu itu.
"Saya merasa bersyukur karena tahun ini hasil panen sangat memuaskan. Dengan lahan seluas seperempat hektare, produksi tembakau mampu menghasilkan puluhan kwintal"
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan ke Enam Gereja, Perkuat Kepedulian dan Toleransi
-
PTBA Cetak Mekanik Muda Siap Industri, Lulusan Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim Dikukuhkan
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!
-
Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang
-
FIFA Selidiki Dugaan Rasial Terhadap IShowSpeed di Piala Dunia 2026, Laga Argentina Jadi Sorotan
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
-
Viral Minta Uang ke Sopir Pakai Seragam Polisi, Eks Bripka di Lubuk Linggau Ditangkap
-
Mengapa Pengembalian Amplop Belum Tentu Membebaskan Raja Juli Antoni dari Pidana?
-
Mulai Hari Ini, Isi Solar Subsidi di 10 SPBU Palembang Wajib Ikuti Aturan Baru
-
Sembunyi di Balik Lemari! Polisi Sita Rp67 M dari Cafe de'CLAN yang Diduga Milik Jampidsus Febrie