SUARA PONOROGO - Kebakaran hebat melanda belasan hektar hutan lindung yang dimiliki oleh Perum Perhutani di Gunung Thok Pare, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat malam.
Kebakaran ini mengancam tanaman jati dan alba yang telah berusia lebih dari 20 tahun, serta merusak habitat alamiah. Tak hanya itu, ancaman terhadap sumber air warga di lereng gunung juga semakin mengkhawatirkan.
Api dengan cepat membakar rumput ilalang dan tanaman rimba campur yang menyusun hutan lindung, menciptakan kobaran yang sulit dikendalikan oleh petugas. Lokasi yang sulit dijangkau dan medan terjal menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman.
Warga yang tinggal di sekitar gunung berupaya melakukan pemantauan agar api tidak merembet ke pemukiman mereka. Namun, penyebab pasti kebakaran ini masih menjadi misteri. Apakah api ini sengaja dibakar atau memiliki penyebab lain, warga belum dapat memastikan.
Kebakaran ini pertama kali terdeteksi di Gunung Beruk, Kecamatan Balong, dan kemudian meluas ke Gunung Thok Pare di Kecamatan Jambon. Selama beberapa hari, api terus membesar dan merambah luas, membakar lahan hingga mencapai 12 hektar, termasuk petak 29 milik KPH Madiun.
Warga yang tinggal di lereng gunung merasa cemas akan dampak jangka panjang dari kebakaran ini. Salah satu warga, Soeran, mengungkapkan keprihatinannya,
"Yang dikhawatirkan warga apa sih pak? Kalau dampaknya nanti air susah, cari makan ternak pun susah." jelasnya
Slamet Tukul, Kepala Urusan Desa di wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa kendala utama dalam pemadaman adalah medan yang terjal dan berbahaya.
"Kebakaran hutan ini sejak semalam karena ada angin ini posisi dari poko, sendang jambon. Karena ada angin, terus meluncur ke arah Sidoharjo. Untuk pemadaman karena lokasinya agak jauh otomatis nggak ada pemadaman. Sulit lokasinya. Gimana pak lokasinya terjal, berbahaya atau gimana. Terjal, berbahaya, agak jauh dari pemukiman." ungkapnya
Baca Juga: Teganya Anak Kandung Bunuh Ibu dan Lukai Ayah di Depok, Bermula dari Masalah Bisnis Keluarga
Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah melakukan upaya untuk menjaga agar api tidak merembet ke pemukiman warga. Danang Wisnu dari Pusdalops BPBD Ponorogo menjelaskan,
"Kendala untuk pemadaman ialah medan terjal, sangat curam dan banyak tebing. Saat ini, apa yang dilakukan BPBD adalah pemantauan. Soalnya jauh dari pemukiman, sedangkan Perhutani sendiri sudah di atas melakukan pemadaman."
Saat ini, api masih terus membesar dan meluas hingga jumat tengah malam. Tiupan angin yang kuat turut memperburuk situasi, menghambat upaya pemadaman.
Masyarakat berharap agar petugas terkait dan perusahaan hutan segera mengambil langkah tegas untuk memadamkan api dan menjaga sumber air serta habitat alamiah yang terancam oleh kebakaran ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Tanda-tanda Kegagalan Prancis di Piala Dunia 2026: Internal Ribut Berujung Ditekuk Pantai Gading
-
Honda Siapkan Ratusan Juta untuk Gen Z, Cari Otak Brilian untuk Perubahan Masa Depan
-
3 Zodiak Paling Beruntung Soal Uang hingga Akhir Juni 2026, Dapat Rezeki Nomplok
-
Prabowo 'Pelototi' Proyek Robotik di Danantara, Ingin RI Kuasai Teknologi Masa Depan
-
BTN JAKIM 2026 Buka Race Expo, Dorong Perputaran Ekonomi dan UMKM Jakarta
-
Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS
-
Jadi Tersangka Kasus Kematian WN Brunei di Blok M, Begini Kronologi Versi Woodyrman
-
Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Jadi Rp 2,77 Juta/Gram, Tahan untuk Beli?
-
8 HP Midrange Terbaru 2026 Paling Kencang: RAM 12 GB hingga Baterai 9020 mAh
-
Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni